KUDUS – Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari gelar akademik yang diraih, tetapi juga dari kemampuan lulusan mengamalkan ilmu dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Wisuda ke-32 dan Sumpah Profesi UMKU di Crystal Building UMKU, Kudus, Kamis (29/10/2026).
Di hadapan para wisudawan, orang tua, tamu undangan, dan sivitas akademika, Edy menyampaikan bahwa wisuda merupakan momentum penyerahan kembali insan terdidik kepada masyarakat dengan tanggung jawab yang lebih besar. Gelar menjadi pengakuan atas proses belajar, sedangkan kehidupan akan menguji bagaimana ilmu digunakan, keputusan diambil, dan amanah dilaksanakan.
Menurutnya, pendidikan yang bermakna harus mampu melahirkan lulusan yang dapat memahami persoalan secara jernih dan menghadirkan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan. Ilmu tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan manusia.
“Ilmu memperoleh makna sosial ketika membantu masyarakat hidup lebih sehat, belajar lebih baik, bekerja lebih produktif, dan memperoleh pelayanan yang lebih bermartabat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan bahwa dunia kerja dan kehidupan sosial terus berubah seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Karena itu, kemampuan memperbarui pengetahuan serta kesediaan untuk terus belajar sepanjang hayat menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan.

Go Better, Arah Pengembangan Lulusan UMKU

Dalam sambutannya, Edy menegaskan bahwa semangat Go Better menjadi arah pendidikan sekaligus komitmen UMKU untuk terus memperbaiki kualitas diri dan institusi. Semangat tersebut diharapkan tidak hanya terlihat dalam perkembangan kampus, tetapi juga tercermin melalui perilaku lulusan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Go Better mengandung dorongan untuk terus bergerak, mengambil prakarsa, belajar dari pengalaman, dan menghadirkan perubahan dengan kesungguhan. Kemajuan, menurutnya, harus menghasilkan kualitas yang lebih baik dengan landasan nilai yang jelas serta dampak yang dapat dipertanggungjawabkan.
Semangat itu diwujudkan melalui tiga nilai utama, yakni better in spiritual, better in academic, dan better in career.
Pertama, better in spiritual, yaitu penguatan spiritualitas sebagai dasar etika dalam menggunakan ilmu dan menjalankan tanggung jawab. Kedekatan kepada Allah SWT perlu tercermin melalui kejujuran, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian menjaga amanah, termasuk ketika tidak berada dalam pengawasan.
Kedua, better in academic, yakni komitmen menjaga disiplin berpikir dan terus mengembangkan pengetahuan. Lulusan diharapkan mampu membedakan pendapat dengan bukti, memahami batas pengetahuan, serta terbuka terhadap koreksi ketika ditemukan penjelasan yang lebih kuat.
Ketiga, better in career, yaitu pengembangan kompetensi, kepercayaan, dan kontribusi secara berkelanjutan. Edy mengingatkan bahwa keberhasilan karier bukan hanya ditentukan oleh jabatan atau penghasilan, tetapi juga kualitas pekerjaan, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Ketiga nilai tersebut, lanjutnya, harus berjalan beriringan. Spiritualitas memberikan arah moral, kemampuan akademik mempertajam pemahaman dan pemecahan masalah, sedangkan karier menjadi ruang penerapan keduanya dalam kehidupan nyata.
UMKU Tingkatkan Kualitas Akademik dan Sarana Kampus
Dalam kesempatan itu, Edy juga memaparkan sejumlah perkembangan UMKU dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen, pengembangan sarana dan prasarana, serta pembaruan sistem pembelajaran.
Ia menyampaikan bahwa jumlah dosen bergelar doktor di UMKU telah mencapai 27 orang. Kampus juga terus meningkatkan fasilitas pembelajaran, termasuk penyempurnaan learning management system melalui Sibermu, penambahan ruang kelas, fasilitas olahraga, taman, ruang diskusi mahasiswa, dan laboratorium.
UMKU, lanjutnya, juga tengah melakukan penataan tampilan Kampus II serta mempersiapkan pembangunan gedung empat lantai di Kampus I. Pengembangan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang semakin mendukung kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa.
Dari sisi penerimaan mahasiswa baru, Edy memaparkan adanya peningkatan jumlah mahasiswa baru dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, UMKU menerima 1.320 mahasiswa baru, kemudian meningkat menjadi 1.635 mahasiswa pada 2025. Pada 2026, jumlah tersebut kembali naik menjadi 1.770 mahasiswa baru.
Selain itu, UMKU memberikan beasiswa dengan total nilai Rp1.476.825.550 pada 2026 untuk mahasiswa dari berbagai program studi. Pada momentum wisuda dan milad, kampus juga menawarkan potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi calon mahasiswa baru, yakni sebesar 10 persen untuk program studi bidang kesehatan dan 25 persen untuk program studi nonkesehatan.
Perluas Akses Pendidikan bagi Masyarakat
Edy menegaskan bahwa UMKU berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi melalui peluang beasiswa dan biaya kuliah yang terjangkau. Menurutnya, banyak generasi muda memiliki potensi besar, tetapi membutuhkan dukungan agar dapat melanjutkan pendidikan.
UMKU juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin kuliah sambil bekerja melalui program kerja sambil kuliah dan kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendidikan tanpa mengabaikan tanggung jawab pekerjaan maupun keluarga.
Ia mengajak orang tua, alumni, dan masyarakat untuk menjadikan UMKU sebagai salah satu pilihan pendidikan bagi generasi berikutnya. Kampus ini membuka kesempatan belajar di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, farmasi, ekonomi, pendidikan, hukum, hingga sains dan teknologi.
Kepada para alumni yang diwisuda, Edy juga berpesan agar mereka menjadi penghubung antara kampus dan masyarakat. Alumni diharapkan membagikan pengalaman positif selama menempuh pendidikan, mendampingi generasi berikutnya dalam menentukan pilihan studi, serta memperkenalkan UMKU melalui kualitas karya dan pelayanan.
Menurutnya, keteladanan alumni menjadi salah satu bentuk nyata kesaksian atas mutu pendidikan yang telah mereka peroleh.
Menutup sambutannya, Edy menyampaikan terima kasih kepada para orang tua atas doa, dukungan, dan pengorbanan yang telah mengantarkan putra-putri mereka hingga meraih kelulusan. Ia juga memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan atas pendampingan serta pelayanan selama proses pendidikan berlangsung.
Ia berharap para lulusan UMKU terus melangkah dengan semangat Go Better, memperkuat spiritualitas, meningkatkan kecakapan akademik, dan membangun karier yang membawa kemaslahatan.
Dengan demikian, keberhasilan wisuda tidak hanya menjadi pencapaian pribadi para lulusan, tetapi juga menjadi awal pengabdian untuk menghadirkan karya dan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.