Bermacam Ragam Pendidikan Anak dalam Keluarga: Akidah, Ibadah, dan Akhlak

DALAM Suara Muhammadiyah nomor ini disampaikan bermacam ragam pendidikan. Pendidikan yang diharapkan dapat dilaksanakan di tiap rumah-tangga. Diharapkan para bapak-ibu Muslimin dan Muslimat hendaklah mendidik anak-anak mereka. Pendidikan yang diberikan orang tua kepada anak-anak mereka meliputi akidah, ibadah, akhlak, berdakwah, mengaji belajar membaca Al-Qur’an di rumah/di Masjid, dan masuk sekolah mengikuti pendidikan.

1. Pendidikan Akidah

Adalah baik bagi kita generasi sekarang mempelajari Luqman Hakim bagaimana ia menyadari pendidikan akidah perlu ditanamkan sedini mungkin. Olehnya anak diajak mengenal Allah sebagai modal dasar bagi anak dalam menjalani roda kehidupan. Luqman Hakim mendidik anaknya, diabadikan Allah dalam Al-Qur’an Surat Luqman: ayat 13 – 19. Luqman menekankan perhatiannya dalam pendidikan anaknya. Tegas Luqman mengatakan : “….. Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar” (Qs Luqman: 13).

Luqman menanamkan keyakinan kepada anaknya apa saja yang dikerjakan manusia, betapapun halus dan kecilnya, tidak luput dari pandangan Allah. Buruk baik semua akan dicatat dan diberi balasan yang adil. “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (Qs Luqman: 16).

2. Pendidikan Ibadah

Setelah rasa akidah ditanamkan kepada anak. Luqman mengajaknya membiasakan diri melakukan ibadah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Betapapun ringannya, tapi kalau tidak dibiasakan akan terasa berat. Sebaliknya sesuatu yang berat kalau dibiasakan terasa ringan.

Pertama Luqman menyuruh anaknya mendirikan shalat. Sadarilah bahwa shalat adalah tiang agama. “Hai anakku, dirikanlah shalat ….” (Qs Luqman: 17).

Rasulullah saw mengajarkan kepada orang tua menyuruh anaknya shalat pada umur 7 tahun. Ingat ada sangsi pada umur 10 tahun belum mendirikan shalat.

3. Pendidikan Akhlak

Bapak dan ibu atau orang tua dalam keluarga tentu sajalah mendidik anak-anaknya di rumah tempat tinggal. Mereka dididik menjadi hamba Allah yang berakhlak. Tentu sajalah berakhlak baik dan bukan sebaliknya. Mereka berkata benar, tidak dusta; sabar, tidak sombong; menolong, tidak menyakitkan; bersyukur, tidak sebaliknya. Dan masih banyak lagi lainnya.

Luqman mengingatkan anaknya sabar menerima segala macam cobaan. Berikut ini ucapannya, “… dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (Qs Luqman [31] : 17).

4. Pendidikan Da’wah

Luqman menanamkan kepada anaknya sifat keberanian menyatakan kebenaran, mengajak orang untuk melakukannya, serta berani tunjukkan mana yang salah, dan melarang orang mendekatinya. Inilah sikap da’i tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi juga memperhatikan lingkungan sekitarnya. Apabila setiap orang berusaha amar ma’ruf – nahi munkar tentu dunia ini akan penuh kedamaian, sengketa bisa diatasi. Luqman berkata kepada anaknya, “… dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar …” (Qs Luqman [31] : 17).

5. Orang tua mendidik anak dengan kesungguhan dan ketulusan

Orang tua dalam rumah tangga hendaklah dengan kesungguhan mendidik anak-anak. Tentulah baik bila orang tua di rumah mendidik anak-anak mereka mengaji Al-Qur’an, memberi tuntunan dan menunaikan shalat lima waktu, dididik untuk kenal dan masuk Masjid sehingga terlatih masuk dan shalat di Masjid. Dan jangan lupa untuk bersekolah.

Cukup sampai bertemu lagi. Tetap sehat-walafiat. Amin, ya Rabbal ‘Alamin!

Sumber : M. Mochlas Abror, SUARA MUHAMMADIYAH • 11 / 111 • 1 – 15 JUNI 2026

Facebook Comments