Terjunkan 51 Santri Kelas XII, Pesantren Muhammadiyah Kudus Siapkan Kader Dakwah di Tengah Masyarakat

KUDUS – Sebanyak 51 santri kelas XII Pesantren Muhammadiyah Kudus resmi diterjunkan untuk mengikuti Praktik Dakwah Lapangan (PDL), Ahad (8/11/2026). Mengusung tema “Menyongsong Seperempat Abad Pesantren Muhammadiyah Kudus”, kegiatan ini menjadi momentum bagi para santri untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus mengabdikan diri kepada masyarakat.

Praktik Dakwah Lapangan merupakan salah satu program penting dalam proses pendidikan pesantren. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persyaratan kelulusan setelah para santri menempuh pendidikan selama enam tahun. Melalui PDL, santri tidak hanya dituntut memahami ilmu agama secara teoritis, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan nyata.

Direktur Pesantren Muhammadiyah Kudus, Ustadz Oemar Teguh Sabda Laksana, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa PDL menjadi kesempatan bagi santri untuk menunjukkan hasil dari proses pendidikan yang telah dijalani selama enam tahun.

Setelah bertahun-tahun menimba ilmu dan mendapatkan pengalaman di lingkungan pesantren, kini para santri memiliki kesempatan untuk menerapkannya melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga nama baik almamater dan angkatan. Sikap, perilaku, serta cara santri berinteraksi dengan masyarakat selama menjalankan tugas dakwah akan menjadi cerminan pendidikan dan nilai-nilai yang telah ditanamkan di pesantren.

Selain itu, Ustadz Oemar mengingatkan agar para santri tidak melupakan pesantren sebagai tempat mereka tumbuh dan belajar. Ia juga mendorong mereka untuk mengajak generasi berikutnya menuntut ilmu di pesantren.

Mengajak orang lain memperoleh pendidikan dan kehidupan yang lebih baik, menurutnya, merupakan bagian dari ikhtiar jihad di jalan Allah.

Bekal Akhlak dan Etika Sebelum Terjun ke Masyarakat

Pesan penting juga disampaikan oleh Drs. H. Sajad Abdi, M.Pd., selaku Badan Pembina Harian (BPH) Pesantren Muhammadiyah Kudus. Dalam sambutannya, ia memberikan sejumlah arahan sebagai bekal bagi para santri sebelum menjalankan praktik dakwah di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater, menaati aturan, serta menghindari sikap sombong ketika berada di lingkungan masyarakat. Para santri diharapkan senantiasa mengedepankan etika dan akhlaqul karimah, baik saat berinteraksi dengan tokoh masyarakat, orang tua, maupun sesama warga.

Para peserta juga diingatkan untuk menjauhi kemaksiatan, menjaga kedisiplinan dalam beribadah, dan menghargai orang lain. Keberhasilan seorang santri, bukan hanya ditentukan oleh kemampuannya menyampaikan ilmu agama, melainkan juga terlihat dari akhlak dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menegaskan bahwa santri harus mampu menjadi teladan di mana pun berada. Ilmu yang diperoleh selama enam tahun di pesantren perlu diwujudkan dalam tindakan, sikap, dan pengabdian nyata.

Dari Pesantren untuk Pengabdian Umat

Praktik Dakwah Lapangan bukan sekadar agenda formal menjelang kelulusan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus medan pengabdian bagi para santri untuk berani tampil, berinteraksi, menyampaikan pesan-pesan Islam, dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

Melalui program ini, Pesantren Muhammadiyah Kudus berharap lahir generasi santri yang tidak hanya memiliki kemampuan ilmu pengetahuan dan keagamaan, tetapi juga berjiwa kepemimpinan, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat dakwah yang berkemajuan.

Sejalan dengan momentum menyongsong seperempat abad Pesantren Muhammadiyah Kudus, penerjunan 51 santri kelas XII ini menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan kader umat, kader persyarikatan, dan kader bangsa yang siap melanjutkan perjuangan dakwah Islam.

Dari pesantren untuk umat. Dari ilmu menuju amal. Dari santri menjadi pelopor dakwah yang berkemajuan.

Facebook Comments