Kudus — Menghadapi kondisi kemarau, warga SMP Muhammadiyah 2 Kudus dan SD Unggulan Muhammadiyah Pasuruhan Kudus melaksanakan shalat istisqa bersama di lapangan SMP Muhammadiyah 2 Kudus. Kegiatan tersebut didampingi oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pasuruhan.
Shalat istisqa dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga guru dan warga pendidikan lainnya, mengikuti kegiatan dengan penuh kekhidmatan.
Suasana semakin terasa khusyuk ketika seluruh warga SD dan SMP bersimpuh bersama di atas hamparan tikar di lapangan utama. Momentum tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga menjadi pembelajaran langsung bagi para siswa tentang pentingnya berserah diri kepada Allah, memperbanyak istighfar, serta menjaga lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, Imam Syafi’i, S.Pd. bertindak sebagai imam, sementara Abdika Bustanul Arif, S.Ag. menyampaikan khotbah.
Dalam khotbahnya, Abdika mengajak seluruh jamaah untuk memaknai kemarau bukan sekadar sebagai kondisi alam, tetapi sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
“Kesimpulan dari khotbah hari ini adalah bahwa kemarau panjang bukanlah hukuman, melainkan undangan dari Allah agar kita kembali bersimpuh dan mengingat-Nya,” demikian pesan yang disampaikan dalam khotbah.
Ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar sekaligus tetap mensyukuri berbagai nikmat Allah yang masih diberikan.
“Mari kita jadikan bumi yang kering ini sebagai pengingat untuk membasahi bibir dan hati kita dengan istighfar, serta tetap bersyukur atas miliaran nikmat lain yang tidak pernah kering,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para siswa bahwa kondisi sulit dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui shalat istisqa bersama ini, keluarga besar SMP Muhammadiyah 2 Kudus dan SD Unggulan Muhammadiyah Pasuruhan Kudus tidak hanya memanjatkan doa agar hujan segera turun, tetapi juga menanamkan nilai spiritual kepada generasi muda agar senantiasa bersyukur, beristighfar, dan menjaga bumi sebagai amanah.



