SEMARANG — Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada Sabtu, 5 September 2026, di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang.
Rakorwil tersebut diikuti pengurus Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-Jawa Tengah. Masing-masing kabupaten/kota mengirimkan tiga perwakilan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan pelaksanaan program pendidikan di amal usaha ‘Aisyiyah (AUA) berjalan selaras dengan kebijakan wilayah.
Ketua Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakorwil menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan visi dan langkah pendidikan ‘Aisyiyah, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar.
Menurutnya, penguatan koordinasi antarwilayah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan sekaligus menjawab berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Empat Fokus Prioritas Majelis PAUD Dasmen Tahun 2026
Rakorwil Majelis PAUD Dasmen tahun 2026 mengangkat empat materi utama yang menjadi prioritas kerja. Keempatnya diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, pengembangan lembaga pendidikan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pendidikan ‘Aisyiyah.
Pertama, penguatan kompetensi kepala sekolah. Pembekalan diberikan agar kepala sekolah mampu menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran, pengelola manajemen sekolah, sekaligus penggerak budaya mutu di lingkungan pendidikan ‘Aisyiyah.
Kedua, rencana perumusan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pembahasan ini diarahkan pada penyusunan kebijakan serta penguatan PKBM binaan ‘Aisyiyah sebagai salah satu bentuk layanan pendidikan nonformal dan kesetaraan.
Ketiga, pengembangan TK/PAUD percontohan. Majelis PAUD Dasmen mendorong pemantapan standar TK/PAUD ‘Aisyiyah sebagai lembaga percontohan yang unggul dalam aspek kurikulum, pendidikan karakter, dan kualitas layanan kepada peserta didik.
Keempat, digitalisasi pendidikan melalui SIPENA. Peserta mendapatkan sosialisasi dan penguatan penggunaan SIPENA atau Sistem Informasi Pendidikan ‘Aisyiyah sebagai basis data sekaligus sarana digitalisasi layanan pendidikan yang mencakup sekolah, guru, dan siswa ‘Aisyiyah di Jawa Tengah.
Dalam sesi digitalisasi, pemateri menekankan pentingnya budaya data dalam pengelolaan pendidikan.
“Melalui SIPENA kita dorong semua sekolah dan majelis daerah untuk melek data. Data yang valid akan memudahkan pembinaan, bantuan, dan peningkatan mutu,” tegas pemateri.
Dorong Sekolah ‘Aisyiyah Melek Data
Pemanfaatan SIPENA diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses administrasi, tetapi juga mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Dengan data pendidikan yang lebih tertata dan diperbarui secara berkala, proses pemetaan kebutuhan sekolah, pembinaan, hingga peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Rakorwil juga menyepakati sejumlah tindak lanjut. Di antaranya percepatan pembaruan data sekolah melalui SIPENA, pembentukan tim perumus PKBM di setiap daerah, serta penunjukan satu TK/PAUD percontohan di masing-masing kabupaten/kota sebagai proyek percontohan atau pilot project.
Majelis PAUD Dasmen PDA Kudus Ikuti Rakorwil
Dalam kegiatan tersebut, Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus turut mengirimkan tiga perwakilan, yakni Dian Handayani, S.Pd., M.Pd. selaku ketua, Sri Saurip, S.Pd.selaku bendahara, dan Noor Farida Ariyani dari Divisi Dasmen.
Keikutsertaan perwakilan dari Kudus menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara Majelis PAUD Dasmen daerah dengan kebijakan dan program pendidikan di tingkat wilayah.
Rakorwil ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan ‘Aisyiyah. Sekolah ‘Aisyiyah diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pusat peradaban yang berkemajuan, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai Islam.
Melalui penguatan kompetensi kepala sekolah, pengembangan lembaga pendidikan, pembentukan layanan pendidikan nonformal, dan transformasi digital melalui SIPENA, Majelis PAUD Dasmen PWA Jawa Tengah mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan ‘Aisyiyah yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.



