KUDUS — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Kudus kembali menggelar Pengajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad Kliwon, 16 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Muhammadiyah, Jalan KHR Asnawi No. 7, Pejaten, Damaran, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tersebut dimulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Pengajian terbuka untuk masyarakat umum, baik muslim maupun muslimah.
Pada kesempatan tersebut, pengajian menghadirkan Ustadz Prof. Dr. KH. Suparman Syukur, M.Ag., Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, sebagai pemateri.

Dalam kajiannya, Ustadz Suparman Syukur menyampaikan pentingnya memperkuat hubungan seorang Muslim dengan Allah SWT melalui doa sekaligus membangun kepedulian sosial melalui infak.
Menurutnya, doa tidak sekadar menjadi permohonan seorang hamba kepada Allah, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan atas keterbatasan manusia dan ketergantungannya kepada Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim perlu membiasakan diri berdoa dalam berbagai keadaan.
Di sisi lain, infak menjadi salah satu bentuk nyata dari kepedulian terhadap sesama. Harta yang dimiliki tidak hanya dipandang sebagai kepentingan pribadi, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Ustadz Suparman menekankan bahwa doa dan infak dapat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan seorang Muslim yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Doa menguatkan hubungan kita dengan Allah, sementara infak menjadi salah satu bentuk kepedulian kita kepada sesama,” demikian pesan utama yang disampaikan dalam kajian tersebut.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kehidupan masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan. Kesalehan seseorang tidak hanya tercermin dari hubungan vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga dari kepeduliannya terhadap kehidupan sosial.
Pengajian Ahad Pagi ini menjadi ruang bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat umum untuk memperdalam wawasan keislaman sekaligus memperkuat semangat beramal.
Kegiatan tersebut turut didukung sejumlah lembaga dan amal usaha Muhammadiyah serta mitra Muhammadiyah Kudus. Pengajian juga disiarkan melalui kanal media sosial Muhammadiyah Kudus sehingga masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung tetap dapat mengikuti kajian.
Dokumentasi dan siaran pengajian Ahad Pagi bersama Ustadz Prof. Dr. KH. Suparman Syukur juga tersedia melalui kanal Muhammadiyah Kudus.
Melalui pengajian rutin tersebut, Muhammadiyah Kudus terus mendorong penguatan pemahaman keislaman sekaligus membangun budaya dakwah yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Pesan tentang keutamaan doa dan infak diharapkan tidak berhenti di ruang pengajian, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ibadah, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan.



