Menumbuhkembangkan Minat dan Bakat Anak Lewat Suara, Lukisan, Retorika, dan Sastra

0
391
Bakat dan minat anak dapat terealisasi dengan sangat baik

muhkudus.id -Selasa (28/3) Pasalnya MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus (Mimudaku), masih dalam euforia “Gebyar Milad IMM ke-53”. Mimudaku turun tangan dalam acara yang digelar oleh IMM Al Fikr tersebut. Tak disangka anak-anak Tim Padus Mimudaku Ceria mendapat hasil yang cukup memuaskan. “Awalnya kami memang tidak yakin, bahwa tim kami cukup dipertimbangkan untuk dapat ikut andil dalam kejuaraan padus SD/MI di Amal Usaha Muhammadiyah se-Kabupaten Kudus. Berawal dari pergantian personil, dan banyak pula personil inti yang tak dapat ikut serta dikarenakan kondisi badan yang kurang fit. Serta masih ada beberapa kendala yang tak dapat disebutkan satu per satu. Namun, lepas dari semua itu, tim kami memberikan penampilan yang begitu memukau. Bagi kami mereka adalah sang juara (terlepas dari juara yang disematkan kepada mereka, yakni juara 3)” karena Bumi ini memiliki melodi bagi mereka yang mau mendengarkan (mengutip dari Penulis William Shakespeare), kata koordinator Ektra Seni Musik.

Dalam pergantian personil itulah, kami mulai mencari minat dan bakat dari anak-anak yang lain. Ternyata mereka pun tak kalah dari personil inti. Mereka sungguh bisa bersaing. Mungkin, tahun depan kompetisi akan semakin ketat. Kami pun harus berbenah mulai dari sekarang. Selain tim padus yang memperoleh medali ketiga, tim LCC dan adzan pun mendapat medali ketiga (juara 3). Untuk Lomba LCC, atas nama Muhammad Al Amin, Faschal Mahasin Elmahira, dan Rizqi Fauzan Diinul Haq.

Untuk lomba adzan atas nama Annas dari kelas dua. Kata panitia,”Wow, kecil-kecil cabai rawit”. Untuk lomba dacil kami belum berhasil. Itu pekerjaan rumah bagi kami untuk membuat minat dan bakat anak terasah kembali lewat seni suara, lukisan, retorika, maupun sastra. Akan tetapi, itu tak jadi masalah yang terpenting adalah tetap berusaha dan pantang menyerah, itulah kuncinya. Seperti kata bijak dari BUYA HAMKA “Jangan takut jatuh! Karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah terjatuh. Jangan takut gagal! Karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah.”

Ditengah-tengah euforia kemenangan anak-anak kami dalam Gebyar Milad IMM ke-53, kami masih harus bersenang hati tatkala mendengar kabar tak terduga lagi dari seberang. Anak didik kami yang bernama Anggun Nadya Anindita berhasil mengungguli lawan-lawannya. Ia berhasil menyabet juara 1. Kabar selanjutnya dari anak didik kami yang bernama Nony Salsabila Brilliant berhasil membawa pulang piala juara harapan 1 di ajang yang sama. Ajang lomba tersebut adalah lomba menggambar yang diadakan oleh Hypermart Ekstension Mall Kudus dengan tema What a Wonderful World ? “Kami sangat senang dan bangga, sebab bakat dan minat anak-anak didik kami dalam melukis dapat terealisasi dengan sangat baik dan terarah”, kata koordinator Ekstra Seni Lukis.

Dua hari setelahnya, kami pun mulai mengasah bakat dan minat anak-anak didik kami dalam beretorika dan bersastra. Kami memilih sastra sebab kata Pramoedya Ananta Toer dalam Bumi Manusia, “Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.” Berbeda dengan Andrea Hirata, penulis Tetralogi Laskar Pelangi. Beliau mengatakan bahwa sastra adalah muara dari segala keindahan.

Anak-anak Mimudaku pun mulai berlatih tentang sastra. Sastra yang mendasar untuk anak-anak adalah bercerita tentang cerita rakyat. Kami pun telah mengadakan lomba bercerita jauh sebelumnya, yakni saat jeda UTS Genap berlangsung. Setelah kami menemukan juaranya, kami pun mendaftarkan mereka dalam Ajang Psychofest dalam rangka Diesnatalis ke-15 Fakultas Psikologi UMK. Anak-anak Mimudaku kami daftarkan pada cabang lomba bercerita bagi anak-anak usia 7-10 tahun. “Tentu itu hal yang tidak mudah, pasalnya anak-anak kami yang pandai bercerita tentulah anak-anak kelas besar. Itu menjadi tantangan bagi kami tersendiri”, ujar koordinator lomba Mimudaku.

Kami kirim 5 anak dalam ajang lomba tersebut. Satu cerita berkisah Roro Jonggrang, satu cerita berkisah Sangkuriang, serta tiga cerita sekaligus dengan kisah yang sama yakni Malin Kundang. Lomba belum dimulai, kami minder duluan. Pasalnya, sebagian besar peserta sudah berpengalaman di bidangnya. Mereka telah masuk dalam komunitas-komunitas dongeng. Sedangkan kami baru kali pertama mengikuti ajang seperti ini. Namun, semua hal tersebut dapat terbantahkan dengan adanya raihan juara harapan 2 atas nama Adinda Zahra Aziza. Hal tak teduga pun menghampiri kami lagi setelah juara favorit dibacakan. Putri Aulia Rahman berhasil merebut piala favorit dari seluruh peserta di gedung tersebut. Dengan menumbuhkembangkan minat dan bakat anak-anak lewat suara, lukisan, retorika, dan sastra, Ibu Kepala Madrasah berpesan “Maju terus MIMUDAKU, Jayalah selalu”. (keoshi-mimudaku/mpi kudus)

Facebook Comments