JAKARTA– Muhammadiyah tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat kehadirannya di ruang digital, khususnya dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Melalui gerakan Muhammadiyah Newsroom Platform, persyarikatan mencanangkan target menghimpun hingga 700.000 konten yang terindeks Google dan dapat menjadi rujukan mesin AI.
Gagasan tersebut disampaikan Ismail Fahmi, Ph.D., Wakil Ketua V Bidang Strategi Media Sosial, dalam agenda yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu, 12 Agustus 2026.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat syiar digital Muhammadiyah sekaligus memastikan gagasan dan pengetahuan yang dihasilkan persyarikatan tidak tenggelam di tengah derasnya arus informasi internet.
Rujukan AI Jadi Tantangan Baru
Dalam pemaparannya, Ismail Fahmi menyoroti posisi Muhammadiyah dalam ekosistem informasi yang menjadi bahan rujukan berbagai platform AI.
Berdasarkan data analitik rujukan digital yang dipaparkan dalam forum tersebut, ketika AI seperti ChatGPT menjawab pertanyaan seputar keislaman, rujukan yang muncul disebut sangat dominan berasal dari NU Online, sementara Muhammadiyah.or.id memperoleh porsi yang jauh lebih kecil.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius. Sebab, perkembangan AI membuat mesin tidak hanya menjadi alat pencarian informasi, tetapi juga semakin berperan sebagai pintu masuk masyarakat dalam memperoleh pengetahuan, termasuk pengetahuan keislaman.
Jika konten Muhammadiyah tidak cukup tersedia dan mudah ditemukan di internet, terdapat risiko gagasan Islam Berkemajuan tidak menjadi bagian signifikan dari pengetahuan yang dikonsumsi masyarakat melalui mesin pencari maupun AI.
“Jika kondisi ini dibiarkan, AI akan berkembang dan menyebarkan Islam Berkemajuan tanpa Muhammadiyah,” ungkap Ismail Fahmi dalam pemaparannya.
Menurutnya, Muhammadiyah sebenarnya memiliki sumber pengetahuan yang sangat besar. Perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, lembaga penelitian, organisasi otonom, hingga berbagai amal usaha Muhammadiyah setiap hari menghasilkan pengetahuan dan aktivitas yang bernilai.
Namun, kekayaan tersebut belum sepenuhnya dikonversi menjadi konten digital yang terstruktur, terindeks, dan mudah ditemukan.
Dari 65 Ribu Menuju 700 Ribu Konten
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah jumlah artikel pada portal resmi Muhammadiyah. Dalam pemaparan tersebut disebutkan bahwa Muhammadiyah.or.id saat ini memiliki sekitar 65.000 artikel, sementara situs organisasi lain telah memiliki jumlah konten yang mencapai lebih dari 600.000 artikel.
Perbedaan jumlah tersebut menunjukkan pentingnya strategi baru dalam mengelola produksi dan distribusi konten Muhammadiyah.
Karena itu, Muhammadiyah mencanangkan target ambisius untuk mengagregasi hingga 700.000 artikel ke dalam ekosistem portal utamanya.
Target tersebut bukan semata-mata mengejar jumlah artikel. Lebih jauh, gerakan ini diarahkan untuk membangun ekosistem pengetahuan digital Muhammadiyah yang mampu menjangkau masyarakat melalui mesin pencari dan teknologi AI.
Tiga Strategi Muhammadiyah Newsroom Platform
Untuk mencapai target tersebut, gerakan Jurnalisme Berkemajuan akan dikembangkan melalui sejumlah strategi.
Pertama, agregasi media AfiliasiMu. Seluruh media daerah dan media yang berada dalam ekosistem Muhammadiyah akan didorong untuk terhubung dalam jaringan agregator utama. Dengan demikian, berbagai aktivitas dan pengetahuan yang diproduksi di tingkat daerah dapat memiliki jangkauan yang lebih luas.
Kedua, membangun newsroom bersama berbasis AI. Konsep ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi produksi berita dan konten, terutama dalam merespons isu-isu sosial, keagamaan, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan kemasyarakatan secara cepat dan tetap memenuhi prinsip jurnalistik.
Ketiga, mengoptimalkan otoritas domain Muhammadiyah.or.id. Portal utama Muhammadiyah diharapkan menjadi salah satu pusat rujukan informasi mengenai Muhammadiyah dan Islam Berkemajuan yang mudah ditemukan oleh mesin pencari maupun mesin pembaca AI. Syiar Digital Tak Lagi Bisa Ditunda
Perubahan pola konsumsi informasi membuat perjuangan dakwah tidak lagi hanya berlangsung di masjid, sekolah, kampus, maupun forum tatap muka. Ruang digital kini menjadi arena penting dalam membentuk pengetahuan dan persepsi masyarakat.
Karena itu, 700.000 konten yang ditargetkan Muhammadiyah bukan sekadar angka. Target tersebut menjadi simbol ikhtiar untuk membawa kekayaan pengetahuan persyarikatan ke ruang digital secara lebih sistematis.
Muhammadiyah memiliki lebih dari satu abad pengalaman dalam pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan berbagai bidang kehidupan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pengalaman dan pengetahuan tersebut dapat didokumentasikan, diproduksi menjadi konten berkualitas, terindeks, dan menjadi rujukan generasi digital.
Melalui Muhammadiyah Newsroom Platform, gerakan syiar digital diharapkan semakin terkoordinasi dan mampu memperkuat posisi Muhammadiyah dalam ekosistem informasi masa depan.
Bukan hanya hadir di internet, tetapi memastikan Islam Berkemajuan hadir sebagai pengetahuan yang ditemukan, dibaca, dan dirujuk oleh manusia maupun kecerdasan buatan.



