KUDUS – Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Kudus menggelar kegiatan Sakinahmu Series #1 pada Ahad (7/6/2026) di SMP Muhammadiyah 1 Kudus. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda dalam mempersiapkan diri menuju keluarga sakinah yang berkemajuan.
Mengusung tema “Move On Karena Allah, Belum Menikah Bukan Berarti Lemah”, acara menghadirkan narasumber Ustadz Abdul Wakhid, S.Sy., M.HI yang memberikan motivasi dan pemahaman keislaman terkait proses menjemput jodoh serta pentingnya memperbaiki kualitas diri.
Dalam materinya, Ustadz Abdul Wakhid menekankan bahwa salah satu ikhtiar terbaik dalam menjemput pasangan hidup adalah dengan menjadi pribadi yang baik.
“Selalu jadi orang baik, pasti jodoh Anda orang baik,” ungkapnya di hadapan peserta.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nūr ayat 26 yang menjelaskan bahwa laki-laki yang baik diperuntukkan bagi perempuan yang baik, dan perempuan yang baik diperuntukkan bagi laki-laki yang baik.An-Nūr: 26
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Artinya: “Wanita-wanita yang buruk adalah untuk laki-laki yang buruk, dan laki-laki yang buruk adalah untuk wanita-wanita yang buruk; sedangkan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik. Mereka yang baik itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.”

Selain membahas persoalan jodoh, Ustadz Abdul Wakhid juga mengajak peserta untuk memandang masa lajang sebagai kesempatan emas untuk meningkatkan kapasitas diri, menuntut ilmu, memperluas manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut mendapat antusiasme dari para peserta, khususnya kalangan pemuda dan pemudi Muhammadiyah. Berbagai pertanyaan seputar pernikahan, kesiapan mental, hingga cara menyikapi kegagalan dalam hubungan menjadi topik diskusi yang menarik selama acara berlangsung.