SAATNYA PENDIDIKAN TIDAK HANYA MENGAJAR, TAPI MEMBENTUK KARAKTER DAN RELEVANSINYA ZAMAN

13

Oleh: Afthonul Afif, M.Pd. (Pendidik MI Muhammadiyah Bae)

Pendidikan adalah suatu hal yang disepakati menjadi hal yang pokok dalam suatu bangsa manapun. Kualitas Pendidikan dalam suatu bangsa menjadi salah satu penentu kemajuan bangsa tersebut. Dengan kata lain, kemajuan suatu bangsa atau negara dapat dilihat dari bagaimana kualitas pendidikan di bangsa dan negara tersebut (Hengki Nurhuda, 2022). Namun demkian, realita saat ini menunjukkan bahwa pendidikan masih menghadapi berbagai persoalan kompleks seperti ketimpangan akses, rendahnya mutu pembelajaran, dan ketidaksesuaian kurikulum dengan kebutuhan zaman. Permasalahan ini menjadi tantangan besar dalam mewujudkan pendidikan yang bermakna dan mampu mengembangkan potensi manusia secara utuh (Muliani Lia, Putu, 2025). Asri budiningsih dalam bukunya belajar dan pembelajaran menuliskan bahwa memasuki era milenium ketiga, masyarakat dan bangsa Indonesia perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tuntutan global. Tidak hanya berupa materi namun pengetahuan dan keterampilan yang cukup memadai hendaknya dimiliki oleh generasi muda kita. Anak-anak bangsa perlu dipersiapkan menjadi generasi yang tangguh, siap bersaing dan berkompeten. Maksudnya anak-anak dipersiapkan menjadi pribadi yang berfikir kreatif, mampu mengambil keputusan tepat, memecahkan masalah, belajar bagaimana belajar berkolaborasi dan pengelolaan diri (Nurul Afifah, 2015).

Aspek karakter menjadi salah satu pilar utama dalam mendidik anak-anak. Pendidikan berperan menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi perlu dibiasakan melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Selain karakter, pendidikan juga berperan penting dalam pengembangan aspek emosional. Kemampuan mengelola emosi, memahami perasaan diri sendiri dan orang lain, serta membangun hubungan sosial yang sehat merupakan bagian dari kecakapan hidup yang sangat dibutuhkan. Pada konteks spiritual dan nilai kehidupan, pendidikan membantu individu menemukan makna dan tujuan hidup. Pendidikan tidak hanya mengajarkan apa yang harus dikerjakan, tetapi juga mengapa hal tersebut penting (Faturahman, 2017). Seiring perkembangan zaman yang terus meningkat, serta teknologi yang telah berkembang pesat kini kritis moral di kalangan anak muda indonesia menjadi persoalan yang semakin memprihatinkan, terutama terdapat berbagai kasus-kasus permasalahan seperti: Tawuran, narkoba, minum-minuman keras (alkohol), kekerasan seksual, pembullyan, perundungan hingga terjadinya pembunuhan pada anak muda. Apalagi di era digital sekarang ini, anak muda sudah bisa mengakses informasi media sosial yang begitu luas, cepat, dan tidak terbatas, namun media sosial seringkali menampilkan konten negatif yang berdampak buruk bagi generasi muda maupun masyarakat. Yang dimana akan mengakibatkan terjadinya krisis moral yang tidak sesuai dengan etika, perilaku dan tanggung jawabnya, karena kemajuan teknologi tidak selalu memberikan dampak yang positif dan juga tidak selalu diimbangi dengan penanaman nilai moral yang baik serta karakter yang kuat (Indonesia, 2025).

Perubahan pola pendidikan yang terasa pada saat ini merupakan salah satu ciri era globalisasi atau disebut dengan era keterbukaan (era of oppenes), ini dibuktikan dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan (science) dan Teknologi (tecnology). Era ini sering disebut dengan abad 21. Abad 21 lebih menekankan atau menuntut dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia (Hasibuan & Prastowo, 2019). Integrasi pendekatan pembelajaran abad ke-21 dalam kurikulum berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi peserta didik secara holistik. Namun, penerapan tersebut masih menghadapi hambatan, terutama terkait kesiapan guru, keterbatasan sarana prasarana, dan penyesuaian materi pembelajaran (Waluyo Erry Wahyudi, 2026).

Pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan kemajuan suatu bangsa karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter, pengembangan emosional, serta penanaman nilai-nilai kehidupan. Di tengah berbagai persoalan seperti ketimpangan akses, rendahnya mutu pembelajaran, dan ketidaksesuaian kurikulum dengan tuntutan zaman, pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi agar mampu menciptakan generasi yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing global. Selain itu, di era digital dan globalisasi abad ke-21, tantangan pendidikan semakin kompleks dengan munculnya krisis moral di kalangan generasi muda akibat pengaruh negatif lingkungan dan media sosial. Oleh karena itu, pendidikan harus mampu mengintegrasikan penguatan karakter, kecakapan abad ke-21, serta pemanfaatan teknologi secara bijak. Dengan demikian, pendidikan yang relevan, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh dapat terwujud, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

DAFTAR PUSTAKA

Faturahman. (2017). Pendidikan Dan Pembangunan Manusia Seutuhnya. Universitas Indonesia.

Hasibuan, A. T., & Prastowo, A. (2019). Konsep Pendidikan Abad 21: Kepemimpinan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia SD/MI. Magistra, 10(1).

Hengki Nurhuda. (2022). Masalah-masalah Pendidikan Nasional: Faktor-faktor dan Solusi yang Di Tawarkan. Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Dasar, 5(2).

Indonesia, M. M. (2025). Krisis Moral Generasi Muda di Era Digital Melalui Gagasan Pendidikan Karakter KH. Ahmad Dahlan.

Muliani Lia, Putu, D. (2025). Problematika Pendidikan Di Indonesia. Jurnal Widya Laksana, 14(1).

Nurul Afifah. (2015). Problematika Pendidikan Di Indonesia (Telaah Dari Aspek Pembelajaran). Elementary, 1(1).

Waluyo Erry Wahyudi. (2026). Pendekatan Pembelajaran Abad Ke-21: Implementasi dan Relevansinya Dalam Kurikulum Pendidikan Sekolah. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1).

 

 

Facebook Comments
error: Content is protected !!
Exit mobile version