JEPARA— Pesantren Muhammadiyah Kudus sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Akbar Hizbul Wathan dengan mengusung tema “Eratkan Solidaritas, Lahirkan Pandu Berkualitas” pada 24–26 Oktober 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Jati Chindie, Kembang, Kabupaten Jepara. Kegiatan tahunan ini diikuti sekitar 350 santri Pesantren Muhammadiyah Kudus sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter Islami, mandiri, disiplin, tangguh, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
Kemah Akbar merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi santri melalui kegiatan kepanduan Hizbul Wathan. Selama tiga hari pelaksanaan, para santri terlibat dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk menumbuhkan solidaritas, kerja sama, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Menariknya, kegiatan ini dirancang dan dipersiapkan langsung oleh para santri. Keterlibatan tersebut menjadi sarana pembelajaran nyata dalam mengasah kemampuan manajerial, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja tim. Dengan demikian, Kemah Akbar tidak hanya menjadi kegiatan perkemahan, tetapi juga ruang pembelajaran untuk mempersiapkan kader-kader muda yang siap berkontribusi bagi masyarakat, persyarikatan Muhammadiyah, dan bangsa Indonesia.
Pelantikan Dewan Kerabat Penghela Qobilah AR FachrudinSelain menjadi ajang pembinaan karakter, Kemah Akbar tahun ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Kerabat Penghela Qobilah AR Fachrudin masa bakti 2026–2027. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan dan kaderisasi di lingkungan Hizbul Wathan Pesantren Muhammadiyah Kudus.
Melalui pelantikan ini, para pengurus yang telah diberikan amanah diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjadi teladan bagi sesama santri, serta mengembangkan kegiatan kepanduan yang edukatif, kreatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Keberadaan Dewan Kerabat Penghela diharapkan dapat menjadi motor penggerak kegiatan Hizbul Wathan, sekaligus membantu membina santri agar memiliki kepribadian yang kuat, berakhlak mulia, berjiwa sosial, serta siap menjadi pemimpin masa depan.
Tingkatkan Keterampilan dan Kesiapsiagaan Bersama Pemadam KebakaranUntuk menambah wawasan dan keterampilan praktis peserta, Kemah Akbar juga menghadirkan petugas Pemadam Kebakaran sebagai pemateri. Dalam kegiatan tersebut, para santri memperoleh pengetahuan mengenai penyebab terjadinya kebakaran, teori dasar penanggulangan kebakaran, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, para santri juga berkesempatan mengikuti praktik secara langsung dengan pendampingan petugas. Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan keberanian, ketenangan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan santri dalam menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan tersebut sekaligus menanamkan pemahaman bahwa seorang pandu Hizbul Wathan harus memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain, mampu bertindak secara bijaksana, serta mengutamakan prosedur keselamatan ketika menghadapi risiko.
Direktur Pesantren: Harap Lahir Pemimpin Berkualitas dan Sudirman-Sudirman MudaDirektur Pesantren Muhammadiyah Kudus, Oemar Teguh Sabda Laksana, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Kemah Akbar dan pelantikan Dewan Kerabat Penghela Qobilah AR Fachrudin masa bakti 2026–2027 dengan sukses.
“Alhamdulillah, kegiatan tahunan Kemah Akbar serta pelantikan Dewan Kerabat Penghela Qobilah AR Fachrudin masa bakti 2026–2027 telah terlaksana dengan baik. Semoga kegiatan ini mampu melahirkan pemimpin-pemimpin berkualitas dan melahirkan Sudirman-Sudirman muda yang memiliki semangat perjuangan, keberanian, kedisiplinan, serta pengabdian kepada agama, persyarikatan, dan bangsa,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan kepanduan Hizbul Wathan tidak hanya menjadi aktivitas seremonial atau rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi proses pendidikan yang membentuk kepribadian santri. Nilai-nilai yang dipelajari selama perkemahan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren, keluarga, maupun masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan tidak cukup hanya dipelajari melalui teori, tetapi harus dibiasakan melalui pengalaman, tanggung jawab, keteladanan, dan keberanian mengambil keputusan. Oleh karena itu, keterlibatan santri dalam merancang dan melaksanakan kegiatan menjadi bagian penting dalam membangun jiwa kepemimpinan mereka.
Ia juga berharap para pengurus Dewan Kerabat Penghela yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, menjaga kekompakan, serta menjadi teladan dalam kedisiplinan, ibadah, akhlak, dan semangat berorganisasi.
Didukung Berbagai MitraTerselenggaranya Kemah Akbar Hizbul Wathan Pesantren Muhammadiyah Kudus juga mendapatkan dukungan dari sejumlah mitra, yaitu RS PKU Aisyiyah Jepara, RS Sarkies Aisyiyah Kudus, LAZISMU Kudus, dan Arga Jaya Furniture Group.
Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung pendidikan karakter, pengembangan potensi generasi muda, dan pembinaan kader melalui kegiatan kepanduan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat terus terjalin sehingga semakin banyak kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi santri dan lingkungan masyarakat.
Eratkan Solidaritas, Siapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
Kemah Akbar Hizbul Wathan Pesantren Muhammadiyah Kudus menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat dilaksanakan melalui pengalaman langsung, kebersamaan, dan keterlibatan aktif peserta didik. Selama tiga hari, para santri tidak hanya belajar tentang kepanduan, tetapi juga memahami arti persaudaraan, pengorbanan, tanggung jawab, kemandirian, dan kepemimpinan.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Muhammadiyah Kudus berharap dapat terus melahirkan kader-kader Hizbul Wathan yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, terampil, dan siap mengabdi untuk umat serta bangsa.
Semangat Kemah Akbar diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan para santri. Sebab, pandu yang berkualitas bukan hanya mereka yang terampil dalam kegiatan perkemahan, melainkan juga mereka yang mampu menjaga akhlak, menepati amanah, menguatkan solidaritas, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Eratkan Solidaritas, Lahirkan Pandu Berkualitas!
Facebook Comments



