KUDUSMU — Pesantren Muhammadiyah Kudus Unit 2 menggelar Salat Istisqa pada Rabu (28/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang diikuti para ustaz, ustazah, serta seluruh santriwan dan santriwati ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan berkepanjangan.
Sejak pagi, para jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk. Saf-saf salat terbentang rapi di halaman pesantren. Dalam suasana penuh pengharapan, seluruh jamaah memanjatkan doa, memohon ampunan kepada Allah SWT sekaligus berharap turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi kehidupan.
Pelaksanaan Salat Istisqa ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah untuk memohon hujan, tetapi juga momentum muhasabah diri dan penguatan kesadaran akan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Khutbah Istisqa: Ajak Jamaah Tinggalkan Dosa-Dosa Ekologis
Ustadz Hasan Fauzi, S.Sy., salah satu ustaz Pesantren Muhammadiyah Kudus, bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia mengaitkan persoalan kekeringan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta perubahan iklim yang menjadi tantangan serius bagi kehidupan. Menurut pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut, persoalan lingkungan perlu menjadi bahan renungan bersama dan direspons melalui doa sekaligus perubahan perilaku.
Mengangkat pesan “Meninggalkan Dosa-Dosa Ekologis”, khutbah tersebut mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari perilaku manusia yang mengabaikan keseimbangan alam. Pemborosan, perusakan lingkungan, serta pengabaian terhadap kelestarian sumber daya alam merupakan perilaku yang perlu ditinggalkan.
Pesan ini menegaskan bahwa doa memohon hujan perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata. Menghemat penggunaan air, merawat pepohonan, menjaga sumber daya alam, serta mencegah tindakan yang merusak lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap bumi.
Dengan demikian, kesalehan seorang Muslim tidak hanya tercermin dalam hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi juga dalam tanggung jawab sosial dan ekologis terhadap sesama makhluk.
Direktur Pesantren Tekankan Nilai Edukasi Salat Istisqa
Direktur Pesantren Muhammadiyah Kudus, Ustadz Oemar Teguh Sabda Laksanan, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait pelaksanaan Salat Istisqa.
Ia menjelaskan bahwa Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.
Lebih dari sekadar pelaksanaan ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi para santri agar memahami tujuan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Salat Istisqa. Para santri diharapkan tidak hanya memahami tata cara pelaksanaannya, tetapi juga mengambil pelajaran tentang pentingnya istigfar, introspeksi diri, penguatan keimanan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, pesantren berupaya menanamkan pemahaman bahwa seorang Muslim perlu mendekatkan diri kepada Allah SWT ketika menghadapi ujian, sekaligus melakukan langkah-langkah nyata untuk menghadapi persoalan di tengah masyarakat.
Doa, Muhasabah, dan Harapan atas Turunnya Hujan
Rangkaian Salat Istisqa di Pesantren Muhammadiyah Kudus Unit 2 berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh pengharapan. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi ungkapan kerendahan hati para jamaah untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT, serta berharap agar hujan segera turun membawa manfaat dan keberkahan.
Di tengah tantangan kekeringan dan perubahan iklim, kegiatan ini menghadirkan pesan bahwa ikhtiar spiritual perlu disertai usaha nyata. Kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menghemat air hingga menjaga kelestarian alam.
Pesantren Muhammadiyah Kudus berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan generasi santri yang tidak hanya kuat dalam keimanan dan ibadah, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta tanggung jawab ekologis.
Melalui Salat Istisqa ini, seluruh jamaah diajak untuk terus berdoa, memperbaiki diri, dan menjaga lingkungan sebagai amanah Allah SWT.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa, melimpahkan rahmat-Nya, menurunkan hujan yang bermanfaat dan penuh keberkahan, serta menjauhkan masyarakat dari bencana dan kesulitan akibat kekeringan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.



