Terbaru

Wisuda ke-32 UMKU, Prof. Sutrisno Paparkan Lima Makna Go Better bagi Lulusan

KUDUS – Wisuda bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Pesan tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag., perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam Wisuda ke-32 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang dirangkai dengan sumpah profesi, Kamis (29/10/2026), di Crystal Building UMKU, Kudus.

Dalam sambutannya, Prof. Sutrisno mengajak para wisudawan dan wisudawati memaknai filosofi Go Better yang menjadi semangat pengembangan UMKU sebagai bekal untuk menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan atas keberhasilan menyelesaikan studi dan menjalani sumpah profesi. Apresiasi juga diberikan kepada orang tua dan wali yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UMKU.

Prof. Sutrisno turut mengapresiasi kinerja pimpinan universitas, Badan Pembina Harian (BPH), rektor, serta seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam pengembangan kampus. Menurutnya, berbagai prestasi yang telah dicapai dan budaya Go Better menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan kelembagaan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kudus, Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T., yang hadir memberikan orasi ilmiah sekaligus menunjukkan perhatian terhadap pengembangan UMKU. Keterlibatan Bupati sebagai dosen di Fakultas Teknik diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Lima Makna Go Better bagi Wisudawan

Dalam sambutannya, Prof. Sutrisno menjelaskan lima makna Go Better yang dapat menjadi pilihan bagi para lulusan dalam menentukan arah pengembangan diri setelah wisuda.

Pertama, meningkatkan kinerja dan karier. Bagi lulusan yang telah bekerja, gelar akademik yang diperoleh diharapkan menjadi dorongan untuk meningkatkan produktivitas, efektivitas, dan efisiensi kerja. Semangat Go Better dapat diwujudkan melalui peningkatan kompetensi, kualitas kinerja, serta pengembangan karier di sektor formal maupun informal.

Kedua, segera memasuki dunia kerja. Bagi lulusan yang belum bekerja, Prof. Sutrisno mendorong agar mereka segera mengambil langkah untuk memperoleh pekerjaan sesuai minat, kemampuan, dan kompetensi yang dimiliki.

Menurutnya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah perlu diwujudkan dalam kontribusi nyata, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Peluang kerja di Kudus dan daerah sekitarnya, ditambah kemudahan akses informasi melalui media digital, dapat dimanfaatkan untuk memperluas kesempatan berkarier.

Ketiga, melanjutkan studi. Para lulusan juga didorong untuk mempertimbangkan pendidikan lanjutan ke jenjang magister. Prof. Sutrisno menilai kesempatan studi lanjut semakin terbuka melalui beragam skema beasiswa yang dapat dimanfaatkan sesuai persyaratan masing-masing.

Ia juga menyinggung rencana pengembangan sejumlah program studi magister di UMKU yang berpotensi memperluas pilihan pendidikan bagi lulusan. Semangat Go Better dalam konteks ini berarti terus meningkatkan pengetahuan, memperdalam keahlian, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Keempat, mengembangkan jiwa kewirausahaan. Bagi lulusan yang memiliki minat berwirausaha, Prof. Sutrisno mendorong keberanian untuk merintis dan mengembangkan usaha. Perkembangan teknologi digital, platform daring, serta sistem otomatisasi membuka peluang baru bagi generasi muda untuk membangun bisnis.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa merintis usaha membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan kesiapan menghadapi tantangan. Semangat Go Better dapat menjadi dorongan untuk berani memulai, terus belajar, dan mengembangkan usaha secara bertahap.

Kelima, memperluas dampak dan kontribusi bagi masyarakat. Prof. Sutrisno menekankan pentingnya memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki lulusan, mulai dari kepribadian, kompetensi akademik, keterampilan, hingga jejaring sosial.

Bekal Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta pendekatan outcome-based education (OBE) yang diterapkan dalam pendidikan diharapkan mampu membentuk lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman belajar di dalam maupun di luar kampus dapat menjadi modal untuk membangun kolaborasi, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan kontribusi yang lebih luas. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari kelulusan, tetapi juga dari dampak positif yang dihasilkan setelah mahasiswa menyelesaikan studinya.

Lulusan Didorong Segera Menentukan Langkah

Prof. Sutrisno menegaskan bahwa kelima makna Go Better tersebut dapat dipilih sesuai kondisi, minat, dan tujuan masing-masing lulusan. Mereka yang telah bekerja dapat meningkatkan karier, lulusan baru dapat memasuki dunia kerja, sementara yang lain dapat memilih studi lanjut, berwirausaha, atau memperluas kontribusi sosial.

Menurutnya, para wisudawan perlu segera memikirkan tindak lanjut setelah menyelesaikan pendidikan. Bekal ilmu, kompetensi, dan karakter yang diperoleh selama kuliah akan lebih bermakna apabila diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pesan tersebut menempatkan Go Better bukan hanya sebagai slogan kelembagaan, tetapi juga sebagai semangat untuk terus bertumbuh, meningkatkan kualitas diri, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Melalui sambutan dalam Wisuda ke-32 UMKU tersebut, Prof. Sutrisno berharap para lulusan mampu menjadikan kelulusan sebagai momentum untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya dengan tujuan yang jelas, semangat belajar yang berkelanjutan, serta komitmen memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

Facebook Comments

Latest Posts