Selasa, 4 Agustus 2026

RunnerMU Bersinar di Muria Trail Run 2026, Nur Baldah Thoyyibah Raih Podium 2 Kategori 30K Master

9

KUDUS — Semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan komunitas RunnerMU (Pelari Muhammadiyah) dalam ajang Muria Trail Run 2026 yang berlangsung pada 1–2 Agustus 2026 di kawasan wisata alam Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Kejuaraan lari lintas alam yang dikenal dengan rute ekstrem dan elevasi menantang ini diikuti ratusan pelari dari berbagai daerah di Indonesia.

RunnerMU turut ambil bagian pada berbagai kategori lomba, mulai dari 8K, 15K, hingga kategori paling menantang 30K Puncak Natas Angin. Dari seluruh peserta yang bertanding, satu nama berhasil mencuri perhatian, yakni Nur Baldah Thoyyibah (45 tahun) yang sukses meraih Podium 2 kategori 30K Master dengan total elevasi gain 2.361 meter.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi komunitas RunnerMU sekaligus bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berprestasi. Dengan tekad, disiplin, dan gaya hidup sehat, seorang ibu dua anak mampu menaklukkan salah satu rute trail paling berat di lereng Gunung Muria.

Menaklukkan Jalur Ekstrem Muria

Perjalanan menuju podium tidak diraih dengan mudah. Rute 30 kilometer Puncak Natas Angin menyuguhkan tanjakan panjang, jalur teknikal, serta cuaca pegunungan yang cukup panas sehingga menguji fisik dan mental setiap peserta.

Nur Baldah mengaku sempat mengalami momen emosional selama perlombaan.

“Sempat menangis sampai dua kali. Pertama ketika ingin menyerah di rute full tanjakan menuju Punggung Naga dan Puncak Natas Angin. Yang kedua saat berhasil berada di puncak untuk menerima gelang checkpoint, karena rute yang dilalui benar-benar menguras tenaga, mental, dan pikiran. Yang terasa tidak mungkin akhirnya menjadi mungkin demi mengejar batas waktu COP WS Jambu,” ungkapnya.

Di tengah medan yang berat, dukungan dari rekan-rekan komunitas menjadi kekuatan besar yang membuatnya terus melangkah hingga garis finis. Kehadiran Mas Teguh bersama anggota RunnerMU lainnya yang terus memberikan semangat sejak start hingga finis menjadi salah satu faktor penting keberhasilannya.

Bangkit dari Trauma Cedera

Sebelum mengikuti Muria Trail Run 2026, Nur Baldah sempat dihantui kekhawatiran akan cedera lutut yang pernah dialaminya pada ajang Bromo Tengger Trail Run (BTTR) kategori 27K Master. Cedera tersebut bahkan sempat menggagalkan peluangnya meraih podium.

Namun pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga. Ia melakukan persiapan lebih matang dengan memperbaiki strategi latihan, manajemen nutrisi, serta pengaturan tenaga selama perlombaan.

Berkat persiapan tersebut, cedera yang dikhawatirkan tidak kambuh hingga akhir lomba. Langkahnya tetap stabil dan kuat sepanjang rute, mengantarkannya berdiri di podium sebagai Juara 2 kategori 30K Master.

RunnerMU dan Semangat Melampaui Batas

Ajang Muria Trail Run 2026 di Desa Rahtawu tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang persaudaraan, saling menguatkan, dan berbagi semangat antarpelari. Bagi RunnerMU, keberhasilan ini bukan sekadar soal medali atau podium, melainkan tentang keberanian melampaui batas diri, menjaga kesehatan, serta membangun kebersamaan dalam komunitas.

Prestasi Nur Baldah Thoyyibah menjadi inspirasi bahwa dengan niat yang kuat, latihan yang konsisten, dan dukungan lingkungan yang positif, siapa pun dapat menembus batas yang sebelumnya dianggap mustahil.

Semangat tanpa batas dari lereng Gunung Muria kini menjadi energi baru bagi RunnerMU untuk terus berlari, berprestasi, dan menginspirasi masyarakat.

Kontributor : Guffron Runnermu

Facebook Comments