KUDUS — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Kudus menggelar Baitul Arqam Dasar (BAD) dengan tema “Meneguhkan Ideologi, Membina Kaderisasi, Menggerakkan Organisasi”. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 12–13 September 2026, bertempat di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam.
Kegiatan Baitul Arqam Dasar menjadi salah satu bagian penting dalam proses kaderisasi Pemuda Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai ideologi Muhammadiyah sekaligus pembinaan kapasitas kader agar mampu berkontribusi dalam menggerakkan organisasi.
Ketua Panitia Baitul Arqam Dasar, Muhammad Noor Arif, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan kaderisasi sebagai sarana membangun pemahaman dan komitmen kader terhadap gerakan Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kudus, Aminuddin Abdul Jabbar, menekankan bahwa kaderisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan organisasi. Menurutnya, kader Pemuda Muhammadiyah perlu memiliki pemahaman ideologi yang kuat serta kemampuan untuk menerjemahkannya dalam aktivitas organisasi.
Sambutan juga disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus, KH. Noor Muslikhan. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai upaya mempersiapkan generasi penerus Muhammadiyah.

Penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam membentuk kader yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai keislaman. Di sisi lain, pemahaman ideologi Muhammadiyah diperlukan agar kader mampu memahami arah perjuangan, nilai, serta karakter gerakan Muhammadiyah.
Tema “Meneguhkan Ideologi, Membina Kaderisasi, Menggerakkan Organisasi” menjadi pijakan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan: ideologi menjadi landasan gerakan, kaderisasi menjadi proses regenerasi, sedangkan organisasi menjadi wadah untuk mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah.
Melalui Baitul Arqam Dasar ini, PDPM Kabupaten Kudus diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki pemahaman keislaman, ideologi Muhammadiyah, serta kesiapan untuk mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat dan mengembangkan organisasi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kader Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kudus agar semakin siap menghadapi tantangan zaman dan melanjutkan estafet perjuangan persyarikatan.