178 Siswa SMA Muhammadiyah Kudus Kunjungi DPRD, Belajar Langsung tentang Pemerintahan

KUDUS, 09 September 2026 — Sebanyak 178 siswa kelas XII SMA Muhammadiyah Kudus mengikuti kegiatan Kunjungan Legislatif ke DPRD Kabupaten Kudus pada Rabu, 09 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang membawa siswa keluar dari ruang kelas untuk memahami secara langsung bagaimana lembaga legislatif dan eksekutif menjalankan perannya dalam pemerintahan daerah.
Kegiatan tersebut menghadirkan H. Rochim Sutopo, S.T., M.T., Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Kudus, dan Kholid Mawardi, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, sebagai narasumber. Para siswa mendapatkan wawasan mengenai fungsi DPRD, peran pemerintah daerah, serta mekanisme kerja sama antara lembaga legislatif dan eksekutif di Kabupaten Kudus.
Kepala SMA Muhammadiyah Kudus, Edy Kusmanto, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan pengalaman belajar yang penting bagi siswa untuk memahami kehidupan pemerintahan secara lebih nyata.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar bagi siswa untuk memahami secara langsung bagaimana pemerintahan daerah berjalan, khususnya hubungan antara legislatif dan eksekutif. Kami berharap wawasan ini dapat membentuk siswa yang kritis, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kehidupan bermasyarakat.”
Dalam pemaparannya, H. Rochim Sutopo, S.T., M.T. menjelaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah memiliki fungsi masing-masing dalam penyelenggaraan pemerintahan. Meski demikian, kedua lembaga tersebut perlu membangun kerja sama dalam pembahasan berbagai kebijakan dan program daerah.
“Siswa perlu memahami bahwa DPRD dan pemerintah daerah memiliki fungsi masing-masing, tetapi harus bekerja sama dalam mewujudkan kebijakan dan pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.”
Melalui penjelasan tersebut, siswa memperoleh gambaran bahwa berbagai kebijakan daerah tidak lahir secara instan. Terdapat proses pembahasan, komunikasi, koordinasi, penganggaran, hingga pengawasan yang dilakukan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing lembaga.
Sementara itu, Kholid Mawardi menekankan pentingnya generasi muda mengenal proses pemerintahan sejak dini. Pemahaman tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
 “Generasi muda perlu mengenal proses pemerintahan sejak dini. Dengan memahami bagaimana kebijakan daerah dibuat dan dijalankan, siswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi nantinya mampu ikut berperan di tengah masyarakat.”
Bagi para siswa kelas XII, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan realitas di lapangan. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai lembaga pemerintahan, tetapi juga memahami nilai-nilai demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta pentingnya partisipasi masyarakat.
Kunjungan Legislatif ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan cara berpikir kritis. Sebagai generasi muda, siswa diharapkan mampu memahami berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan masyarakat dan pemerintahan.
Bagi SMA Muhammadiyah Kudus, pembelajaran seperti ini menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman pendidikan yang lebih luas kepada siswa. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan berbagai lembaga di masyarakat.
Dengan adanya Kunjungan Legislatif ini, sebanyak 178 siswa kelas XII SMA Muhammadiyah Kudus diharapkan semakin memahami bagaimana demokrasi dan pemerintahan daerah bekerja. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk membentuk generasi muda yang berwawasan luas, kritis, bertanggung jawab, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa.
Facebook Comments