Gantari Youth Festival Semarakkan Musyda IPM Kudus, Dorong Lahirnya Pelajar Berdampak

KUDUSPimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kudus menggelar Gantari Youth Festival di SMA Muhammadiyah Kudus, Minggu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian untuk menyemarakkan Musyawarah Daerah (Musyda) IPM Kudus yang dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September mendatang.

Gantari Youth Festival diikuti pelajar dan kader IPM dari berbagai jenjang di Kabupaten Kudus. Festival tersebut menghadirkan dua kompetisi, yakni Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang diikuti siswa SD/MI Muhammadiyah se-Kudus serta lomba e-sport Mobile Legends yang diikuti kader IPM tingkat ranting dan cabang se-Kudus.

Pembukaan kegiatan diikuti seluruh peserta bersama pembina dari masing-masing sekolah. Hadir pula Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kudus, Drs. Turikhan, M.Pd., yang memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Gantari Youth Festival, Rafli Nursyifa Ardiansyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menyemarakkan Musyda IPM Kudus sekaligus menjadi agenda penutup perjalanan PD IPM Kudus periode 2024–2026.

“Gantari Youth Festival merupakan kegiatan untuk menyemarakkan Musyda IPM Kudus yang insyaallah akan dilaksanakan pada 5–6 September mendatang. Kegiatan ini juga menjadi agenda penutup perjalanan PD IPM Kudus periode 2024–2026,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PD IPM Kudus, Nada Husni Zakiyyah, menyebut Gantari Youth Festival memiliki keistimewaan karena melibatkan pelajar dari berbagai jenjang. Tidak hanya kader IPM tingkat menengah pertama dan menengah atas, pelajar tingkat SD/MI juga dilibatkan dalam festival tersebut.

Menurutnya, pelibatan pelajar SD/MI menjadi langkah awal untuk memperluas ruang kaderisasi Muhammadiyah di kalangan pelajar.

“Hal yang spesial dari Gantari Youth Festival adalah kegiatan ini tidak hanya diikuti kader IPM tingkat menengah atas dan menengah pertama, tetapi juga mengajak pelajar tingkat SD/MI untuk turut menyemarakkan Musyda IPM,” kata Nada.

Ia menambahkan, gagasan tersebut sejalan dengan upaya IPM Kudus dalam mengembangkan IPM Cilik sebagai pelopor terbentuknya generasi awal kader Muhammadiyah di Kabupaten Kudus.

Adapun nama “Gantari” diambil dari tagline yang menjadi tujuan besar PD IPM Kudus periode 2024–2026. Gagasan tersebut menekankan pentingnya melahirkan pelajar yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu memberikan dampak dan kebermanfaatan nyata bagi lingkungan sekitar.

Konsep pelajar berdampak yang diusung IPM Kudus tidak sebatas pada keaktifan berorganisasi. Lebih jauh, kader diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan IPM menjadi aksi nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Dukungan terhadap semangat tersebut disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kudus, Drs. Turikhan, M.Pd. Ia mengapresiasi pelaksanaan Gantari Youth Festival dan menyatakan dukungan terhadap cita-cita perjuangan IPM dalam membangun generasi muda.

Turikhan berharap IPM terus mengambil peran dalam mencetak generasi unggul di tengah berbagai persoalan yang dihadapi pelajar dan pemuda saat ini.

“IPM diharapkan mampu mencetak generasi-generasi unggul di tengah maraknya isu-isu pelajar dan pemuda saat ini,” ungkapnya.

Melalui Gantari Youth Festival, IPM Kudus menunjukkan bahwa ruang kaderisasi dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan, mulai dari kompetisi akademik hingga e-sport. Di saat yang sama, keterlibatan pelajar sejak jenjang SD/MI menjadi investasi awal untuk membangun ekosistem kader Muhammadiyah yang berkelanjutan.

Festival ini sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan semangat “pelajar berdampak”, sebagai generasi yang tidak hanya tumbuh dalam organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi sekolah, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.

Facebook Comments