Kudus — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus menggelar Workshop Pengelolaan Perpustakaan Sekolah pada Sabtu, 9 Mei 2026, sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan. Kegiatan ini diikuti pengelola perpustakaan sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Kudus.
Workshop diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.30 WIB, kemudian dilanjutkan pembukaan serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya yang dipandu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU).
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kudus, Drs. H. Turikhan, M.Pd., menyampaikan bahwa perpustakaan sekolah harus mampu menjadi pusat literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di era digital saat ini. Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, budaya membaca, dan pembelajaran aktif bagi peserta didik.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kudus, Nuruz Zaman, S.Sos., dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah, perpustakaan, dan persyarikatan Muhammadiyah dalam mencetak generasi unggul dan berkemajuan.
Menurutnya, penguatan literasi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang pesat.
“Perpustakaan harus menjadi jantung pendidikan di sekolah Muhammadiyah. Melalui literasi yang kuat, kita berharap lahir generasi yang cerdas, kritis, berakhlak, dan mampu bersaing di masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh perwakilan UPT Perpustakaan UMK, M. Dwi Wahyu Eristianto, A.Md., terkait strategi pengembangan layanan perpustakaan modern serta pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa.
Melalui workshop ini, MPI PDM Kudus berharap pengelolaan perpustakaan sekolah Muhammadiyah semakin profesional dan mampu mendukung peningkatan budaya literasi di kalangan pelajar, sehingga tercipta generasi yang gemar membaca, kritis, dan berwawasan luas.