Senin, 18 Mei 2026

Festival MPASI Ceria ‘Aisyiyah Kudus Dorong Kreativitas Ibu dan Peluang Usaha Pangan Sehat

1
KUDUS — Majelis Hukum dan HAM bersama Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus menggelar Festival MPASI Ceria ‘Aisyiyah: Lomba Kreasi MPASI dan Plating Kreatif di MI Muhammadiyah 2, Ahad, 17 Mei 2026.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-109. Festival ini diikuti oleh peserta dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah se-Kabupaten Kudus dengan menampilkan kreasi makanan pendamping ASI berbahan lokal.
Dalam lomba tersebut, peserta diwajibkan membuat MPASI dengan bahan utama ikan gabus dan karbohidrat nonberas. Selain memperhatikan kandungan gizi, peserta juga ditantang menampilkan penyajian atau plating yang menarik serta kemasan kreatif yang berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha rumahan.
Ketua panitia, Lilis dari Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PDA Kudus, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar lomba memasak. Menurutnya, festival ini menjadi sarana edukasi bagi para ibu dalam menyiapkan MPASI sehat dan bergizi.
“Lomba Kreasi MPASI dan Plating Kreatif ini menjadi sarana menambah ilmu bagi para ibu agar mampu menyiapkan MPASI sehat dan bergizi sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi hebat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang usaha dan meningkatkan kreativitas PCA se-Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PDA Kabupaten Kudus beserta jajaran. Kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan perempuan, peningkatan kesehatan anak, serta penguatan ekonomi keluarga berbasis pangan lokal.
Festival berlangsung meriah dengan suasana penuh kehangatan. Deretan meja peserta yang tertata rapi dengan berbagai kreasi MPASI membuat lokasi kegiatan tampak seperti mini food festival. Acara semakin hidup dengan panduan MC dari Majelis Hukum dan HAM, Anugrah.
Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri yang kompeten di bidang kesehatan, pangan, dan kreativitas. Mereka adalah Titik dari TP PKK Kabupaten Kudus, Eny Widhi dari Majelis Kesehatan PDA Kudus, serta Rodiyati dari Iswara.
Saat sesi penjurian, para juri mengamati tampilan hidangan, mencicipi sajian, serta berdialog dengan peserta mengenai bahan, kandungan gizi, dan potensi produk. Titik dari TP PKK Kabupaten Kudus menyampaikan bahwa karya peserta sangat baik sehingga juri cukup kesulitan menentukan pemenang.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan edukasi mengenai pemberian MPASI sesuai usia anak. Menurutnya, anak usia delapan bulan ke atas tidak dianjurkan terus-menerus diberi bubur encer karena perlu mulai belajar mengunyah untuk merangsang pertumbuhan gigi dan kemampuan makan.
Ia juga menekankan bahwa MPASI tidak perlu diberi tambahan gula maupun garam agar anak mengenal rasa alami bahan makanan. Penggunaan bahan lokal seperti ikan gabus dinilai baik karena kaya nutrisi dan mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, santan alami dapat menjadi salah satu pilihan bahan olahan tertentu dibandingkan penggunaan susu formula.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah presentasi peserta. Setiap kelompok diberi waktu satu menit untuk memperkenalkan produk MPASI mereka, mulai dari nama produk, kandungan gizi, cara penyajian, hingga nilai jual produk. Para peserta tampil percaya diri dan kreatif dalam memaparkan karya masing-masing.
Berdasarkan hasil penjurian, PCA Gebog 2 meraih Juara I. Juara II diraih PCA Jati, sedangkan Juara III diraih PCA Gebog 1.
Festival MPASI Ceria ‘Aisyiyah menjadi ruang belajar bersama bagi para ibu, sekaligus ajang mempererat silaturahmi antar-PCA se-Kabupaten Kudus. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kader ‘Aisyiyah memiliki peran penting dalam menghadirkan pangan sehat, mendukung tumbuh kembang anak, serta membuka peluang ekonomi keluarga.

Kontributor : Noor Azizah 

Facebook Comments
error: Content is protected !!