Terbaru

Capacity Building Guru Madrasah Muhammadiyah Kudus, Perkuat Kompetensi dan Siapkan Transformasi Pendidikan

KUDUS, MuhammadiyahKudus.com — Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus bersama Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SD/MI Muhammadiyah Kudus menggelar Capacity Building Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Madrasah Muhammadiyah Kabupaten Kudus, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lantai 8 RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus ini mengusung tema “Guru Madrasah Muhammadiyah Berkemajuan: Menguatkan Kompetensi, Karakter, dan Inovasi untuk Pendidikan Maju, Bermutu, Mendunia.” Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus refleksi bagi guru dan tenaga kependidikan dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Drs. H. Turikhan, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan dan menjaga keharmonisan antarmadrasah serta Raudhatul Athfal (RA) Muhammadiyah di Kabupaten Kudus.

Ia bersyukur para pendidik dan tenaga kependidikan dapat berkumpul bersama, baik dari lembaga pendidikan di bawah pembinaan Dikdasmen Muhammadiyah maupun madrasah yang berada dalam pembinaan Kementerian Agama.

Menurutnya, kebersamaan tersebut penting untuk membangun komunikasi, memperkuat sinergi, dan menumbuhkan semangat bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Ahmad Hilal Madjdi, M.Pd., menyoroti pentingnya memahami arah kegiatan capacity building agar pengembangan kompetensi guru benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran.

Ia menjelaskan bahwa capacity building kerap digunakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru. Namun, peningkatan kapasitas tersebut perlu memiliki arah yang jelas, yakni mendorong transformasi guru madrasah Muhammadiyah.

Transformasi, menurutnya, bukan sekadar perubahan, melainkan proses yang menghasilkan performa dan kualitas kerja yang berbeda dari sebelumnya. Karena itu, guru perlu terus mengembangkan kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.

Guru Profesional Menghadapi Tantangan Multidimensi

Dalam pemaparan Prof. Dr. H. Ahmad Hilal Madjdi, M.Pd. mengenai transformasi guru madrasah, terdapat tiga tantangan utama yang perlu mendapat perhatian, yaitu tuntutan kurikulum, harapan masyarakat, dan perkembangan teknologi digital.

Pertama, tuntutan kurikulum mendorong perubahan paradigma pembelajaran. Guru tidak cukup hanya mengandalkan metode hafalan atau rote learning, tetapi perlu mengembangkan meaningful learning atau pembelajaran bermakna yang berpusat pada siswa. Pendekatan ini menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang memahami konsep, menghubungkan pengetahuan, dan menerapkannya dalam kehidupan.

Kedua, masyarakat semakin berharap agar lembaga pendidikan Islam mampu menghadirkan kualitas akademik yang unggul, kompetitif, dan didukung landasan keilmuan yang kuat. Madrasah dituntut tidak hanya membentuk peserta didik yang berkarakter Islami, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi masa depan.

Ketiga, transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru. Kemampuan memanfaatkan teknologi diperlukan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, mengelola kegiatan belajar, serta menghasilkan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif.

Ketiga tantangan tersebut menunjukkan bahwa profesionalisme guru perlu dibangun melalui pembelajaran berkelanjutan, penguatan karakter, dan keterbukaan terhadap inovasi.

Hadirkan Pemateri dari Kemenag dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan capacity building ini menghadirkan dua pemateri dengan fokus pembahasan yang saling melengkapi.

Materi pertama bertajuk “Pembinaan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus dan Kebijakan Kemenag” disampaikan oleh Dr. H. Shony Wardana, S.Ag., M.Pd., selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus. Sesi ini dimoderatori oleh H. Nadhif, S.Pd.I., M.Pd.

Selanjutnya, materi kedua bertajuk “Capacity Building Guru Madrasah Muhammadiyah Kabupaten Kudus” disampaikan oleh Dr. H. Solihin Fanani, M.PSDM, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sesi tersebut dimoderatori oleh Rofiq Adiansyah, M.Pd.

Kehadiran pemateri dari lingkungan Kementerian Agama dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah diharapkan dapat memperluas wawasan peserta, baik mengenai kebijakan pendidikan madrasah maupun pengembangan kapasitas guru dalam lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Rangkaian kegiatan juga melibatkan Amalia Saidah dan Anggi Putri Lestari sebagai pembawa acara, Novita Sari sebagai qari, serta Anisa Fitriani sebagai dirigen. Doa dipimpin oleh Ust. Abdul Wahid, S.Pd.I., M.H.

Melalui kegiatan ini, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kudus bersama FKKS SD/MI Muhammadiyah Kudus mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat karakter, serta mengembangkan inovasi pembelajaran.

Penguatan kapasitas tersebut diharapkan menjadi bekal bagi madrasah Muhammadiyah di Kabupaten Kudus untuk menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu, adaptif terhadap perubahan zaman, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Pada akhirnya, transformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum maupun fasilitas, tetapi juga pada kesiapan guru untuk terus belajar, berbenah, dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi setiap peserta didik.

Facebook Comments

Latest Posts