Kudus — Lazismu Kudus sukses melaksanakan kegiatan penyaluran hewan qurban di Masjid Al Wutsqo PRM Ngetuk, Ngembalrejo, Bae, pada Jumat (29/5/2026). Dalam pelaksanaan tahun ini, Qurban Lazismu Kudus menyalurkan 1 ekor kerbau sebagai bentuk kepedulian sosial. Langkah ini juga menjadi upaya nyata untuk mempererat hubungan dengan ranting Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.
Ravitri Harvian, A.Md.Kom., selaku Manajer Lazismu Kudus menyampaikan sebuah hal penting. Menurutnya, penempatan pelaksanaan qurban di PRM Ngetuk merupakan bagian dari arahan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus. Tujuannya adalah untuk memperkuat kedekatan Lazismu dengan ranting dan jamaah.
“Qurban tahun ini dilaksanakan di Masjid Al Wutsqo PRM Ngetuk Ngembalrejo Bae sesuai instruksi PDM Kudus. Hal ini penting untuk memperkuat kedekatan Lazismu dengan ranting dan jamaah,” jelas Ravi.
Dukungan Lazismu untuk Kemandirian Ranting
Selain itu, Ravi menambahkan informasi mengenai kondisi syiar di wilayah tersebut. Pada tahun sebelumnya, PRM Ngetuk baru mampu melaksanakan qurban kambing. Sementara itu, pada tahun ini pihak ranting menyampaikan bahwa mereka belum dapat menyelenggarakan qurban secara mandiri.
“Tahun lalu PRM Ngetuk hanya mampu menyelenggarakan qurban kambing. Namun, tahun ini mereka menyampaikan belum sanggup melaksanakan qurban secara mandiri. Oleh karena itu, Lazismu hadir untuk mendukung agar jamaah tetap bisa merasakan manfaat qurban secara merata,” tambahnya.
Melalui program strategis ini, Qurban Lazismu Kudus berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Di sisi lain, program ini juga berfungsi untuk memperkuat sinergi gerakan dakwah sosial Muhammadiyah di tingkat ranting.
Tujuan Utama Penyaluran Qurban
Secara umum, ada beberapa tujuan utama dari kegiatan qurban yang dilaksanakan tersebut, antara lain:
-
Menguatkan semangat jamaah ranting dalam melaksanakan ibadah qurban.
-
Menyediakan akses daging qurban bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan.
-
Menumbuhkan sinergi yang kuat antara Lazismu, PDM, dan ranting Muhammadiyah dalam pelayanan umat.
Oleh karena itu, Ravi menegaskan bahwa qurban bukan hanya ibadah penyembelihan semata. Namun, ibadah ini juga menjadi momentum emas untuk membangun kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Qurban bukan sekadar ibadah penyembelihan, tetapi juga momentum kebersamaan. Lazismu Kudus berkomitmen memastikan amanah qurban tersalurkan dengan baik, transparan, dan membawa keberkahan,” tuturnya.
Pada akhirnya, kegiatan ini disambut hangat oleh jamaah dan warga sekitar. Berkat adanya dukungan dari Lazismu Kudus, masyarakat dapat merasakan manfaat qurban secara lebih merata. Selain itu, kegiatan ini terbukti mampu memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan di lingkungan Muhammadiyah.
Melalui program qurban ini, Lazismu Kudus terus berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan umat yang berdampak, memberdayakan, dan membawa kebermanfaatan luas.
Kontributor : Ravitri Harvian, A.Md.Kom.







