Kudus, Sekolah menegaskan bahwa tugas utama pendidik bukan sekadar mentransfer ilmu di dalam ruang kelas yang kaku. Melalui sebuah pendekatan emosional yang segar pada Senin (13/7/2026), madrasah unggulan di Kudus ini mengubah wajah orientasi siswa baru menjadi momen kolaborasi lingkungan penuh makna.
Kepala MI Muhammadiyah Al Tanbih, Ust. Suyanto S.Ag, M.Pd.I, bersama seluruh jajaran wakil kepala madrasah membuka Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dengan aksi tak biasa. Mereka menandai hari pertama sekolah tersebut dengan menanam bibit tanaman secara simbolis di area madrasah.
Langkah nyata ini menjadi bukti otentik komitmen kuat pihak sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Momentum berharga ini sekaligus mengukuhkan gerak cepat MI Muhammadiyah Al Tanbih menuju target sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.
Aksi menanam pohon ini bukan sekadar seremoni musiman di awal tahun ajaran baru. Lewat gerakan hijau tersebut, pihak madrasah ingin mengirimkan sebuah pesan visual yang sangat kuat kepada masyarakat dan orang tua siswa.
“Kami tidak hanya menerima siswa untuk diajar,” ujar Kepala MI Muhammadiyah Al Tanbih, Ust. Suyanto S.Ag, M.Pd.I di sela-sela acara.
Beliau menjelaskan bahwa mendidik generasi muda memiliki filosofi yang sama dengan merawat alam. Guru dan orang tua memikul tanggung jawab besar untuk membimbing tumbuh kembang anak secara konsisten agar mereka siap menghadapi masa depan.
“Tetapi kami sedang menanam masa depan yang akan kami rawat bersama hingga tumbuh menjadi pohon yang kokoh dan bermanfaat bagi sesama,” tegas Ust. Suyanto.
Penerapan nilai-nilai karakter dan kepedulian lingkungan ini akan terus berlanjut sepanjang proses belajar mengajar. Pihak madrasah kini tengah mengintegrasikan budaya hijau tersebut ke dalam aktivitas harian seluruh siswa, mulai dari kelas satu hingga kelas enam.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari komite sekolah dan para wali murid yang hadir. Keberhasilan aksi awal ini memperkuat optimisme civitas akademika dalam meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional dalam waktu dekat.
Kontributor : Dian Amalia, S.Pd (Guru Mi Muhammadiyah Al-Tanbih)







