Tanamkan Nilai Ekoteologi Sejak Dini, KKN UIN Sunan Kudus Ajak Siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Ubah Sampah Menjadi Karya Kolase

KUDUS — Tim KKN 091 UIN Sunan Kudus mengajak peserta didik TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 mengenal pentingnya menjaga lingkungan melalui edukasi pemanfaatan sampah anorganik menjadi karya kolase. Kegiatan tersebut berlangsung di kelas Ali bin Abi Thalib pada Rabu (12/8/2026) pukul 09.30 WIB.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Anak-anak dikenalkan dengan berbagai jenis sampah anorganik yang masih dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya kreatif.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik didampingi Tim KKN 091 dan guru untuk menyusun serta menempelkan berbagai bahan sampah anorganik pada media kolase. Setiap anak diberikan kesempatan untuk berkreasi sesuai dengan imajinasi dan kreativitas masing-masing.

Antusiasme terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak tidak hanya menikmati proses membuat karya seni, tetapi juga belajar bahwa tidak semua sampah harus langsung dibuang. Sebagian sampah yang masih layak digunakan dapat diolah kembali menjadi benda yang memiliki nilai guna dan estetika.

Salah satu anggota Tim KKN 091, Diyah Wulan Syafitri, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan peduli lingkungan sejak anak-anak masih berada pada usia dini.

“Kami ingin mengajarkan anak-anak bahwa sampah tidak selalu harus dibuang. Sampah yang masih bisa digunakan dapat dimanfaatkan menjadi karya yang kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, pengenalan terhadap pemanfaatan sampah sejak dini penting agar anak-anak terbiasa menjaga kebersihan dan memahami bahwa lingkungan merupakan bagian yang perlu dirawat bersama.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang memadukan kreativitas dengan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka juga mulai dikenalkan pada kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah sebagai langkah sederhana untuk mengurangi limbah di lingkungan sekitar.

Kegiatan edukasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran tentang lingkungan dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana dan menyenangkan. Dengan melibatkan anak secara langsung, nilai kepedulian terhadap alam diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Facebook Comments