
Momen tersebut bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi menjadi puncak perjalanan panjang para santri dalam mempelajari Al-Qur’an. Dengan penuh ketekunan, mereka telah menempuh pendidikan metode Qiroati mulai dari jilid dasar hingga tahap tajwid dan ghorib, serta melewati berbagai ujian berjenjang dari tingkat lembaga hingga cabang.
Di hadapan para orang tua, komite sekolah, Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kudus, serta jajaran asatizah Korda Qiroati Kabupaten Kudus, para peserta menunjukkan kemampuan mereka. Dalam sesi tanya jawab, mereka menjawab pertanyaan seputar Al-Qur’an, tajwid, hingga doa sehari-hari dengan lancar dan percaya diri—mengundang rasa bangga dari para hadirin.
Nurul Rosita dari Korda Qiroati Kabupaten Kudus menyampaikan apresiasi atas perjuangan para peserta. Ia menegaskan bahwa Khotmil Qur’an bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Hal senada disampaikan Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Jamaluddin Kamal, S.Pd.I, M.Pd. Ia berharap momen ini menjadi pemantik semangat bagi para lulusan untuk tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk apresiasi, para Khotimin dan Khotimat menerima syahadah yang diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga TPQ, Ustazah Yusrida Aulia, S.Pd. Di antara para lulusan, Najwa Anindya Purnama mencuri perhatian dengan prestasi gemilang—meraih nilai tertinggi tingkat lembaga sekaligus Juara Terbaik Kedua kategori remaja pada EBTAQ TPQ Pagi Cabang Kudus periode Februari 2026.
Acara pun ditutup dengan doa, menyisakan harapan yang hangat. Bahwa lantunan ayat-ayat yang hari itu menggema, akan terus hidup dalam keseharian para Khotimin dan Khotimat—menjadi cahaya yang menuntun langkah mereka menuju masa depan sebagai generasi Qur’ani yang berilmu dan beradab.