Terbaru

Semarak Maulid Nabi di PRM Ngaringan: Meneladani Nabi, Mencerahkan Kehidupan, Memajukan Peradaban

Kudus, 24 Agustus 2026 — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngaringan menyelenggarakan kegiatan Pengajian Maulid Nabi Muhammad saw sebagai momentum untuk kembali menghidupkan keteladanan Rasulullah saw dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan membangun peradaban.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Mujahidin Ngaringan, Kudus, tersebut mengangkat tema “Meneladani Nabi Muhammad, Mencerahkan Kehidupan, Memajukan Peradaban.” Tema ini menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan ekspresi kecintaan kepada Rasulullah sekaligus wujud ikhtiar nyata melalui sikap, akhlak, amal, dan kontribusi nyata bagi kehidupan umat dan masyarakat—dalam ittiba’ beliau.

Pengajian menghadirkan Dr. Moh In’ami, M.Ag. sebagai penceramah. Kehadiran jamaah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar PRM Ngaringan untuk memperkuat semangat keislaman sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, pencerahan kehidupan, dan penguatan persaudaraan.

Menjadikan Nabi sebagai Teladan Kehidupan

Keteladanan Nabi Muhammad merupakan sumber inspirasi yang relevan untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan modern. Rasulullah dikenal sebagai pemimpin umat dan juga sebagai pribadi yang memiliki kejujuran, amanah, kasih sayang, keberanian, kesabaran, dan kepedulian sosial.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat tersebut memberikan pesan bahwa kecintaan kepada Rasulullah harus dibuktikan dengan kesediaan untuk menjadikan beliau sebagai uswah hasanah dalam membangun karakter dan menjalani kehidupan.

Dari Maulid Menuju Gerakan Pencerahan

Momentum Maulid Nabi di PRM Ngaringan juga dapat menjadi pengingat bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan Islam sebagai kekuatan yang mencerahkan. Semangat mencerahkan kehidupan berarti menghadirkan ilmu, akhlak, kepedulian, keadilan, dan kemanfaatan di tengah masyarakat.

Rasulullah telah memberikan contoh bagaimana masyarakat dibangun melalui pendidikan, persaudaraan, keadilan, kepedulian kepada kelompok lemah, serta penghargaan terhadap ilmu pengetahuan. Karena itu, meneladani Nabi berarti menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam konteks kehidupan masa kini.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan Al-Qur’an:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)

Memajukan Peradaban dengan Akhlak

Tema “Memajukan Peradaban” memberikan isyarat penting bahwa kemajuan umat tidak cukup diukur melalui pembangunan fisik dan penguasaan teknologi. Peradaban yang kokoh membutuhkan manusia yang berilmu sekaligus berakhlak.

Keteladanan Nabi Muhammad menunjukkan bahwa ilmu, iman, akhlak, kepemimpinan, dan kepedulian sosial harus berjalan bersama. Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dan ketakwaan.

Melalui kegiatan ini, PRM Ngaringan diharapkan terus memperkuat peran dakwah yang mencerahkan, mencerdaskan, dan memberdayakan. Masjid tidak terbatas menjadi tempat ibadah saja, namun juga bisa dijadikan ruang bertemunya gagasan, ilmu, silaturahmi, dan gerakan sosial untuk kemaslahatan umat.

Maulid sebagai Momentum Perubahan

Maulid Nabi Muhammad sering dimaknai sebagai mengenang perjalanan hidup Rasulullah. Harusnya lebih dari itu, Maulid Nabi disetting sebagai momentum untuk bertanya kepada diri sendiri: sejauh mana kita telah menghadirkan akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari?

Kecintaan kepada Rasulullah harus melahirkan perubahan nyata—menjadi pribadi yang lebih jujur, amanah, penyayang, disiplin, peduli, gemar menuntut ilmu, dan bermanfaat bagi sesama.

Dari PRM Ngaringan, semangat Maulid Nabi diharapkan terus bergema: meneladani Nabi dalam akhlak, mencerahkan kehidupan dengan ilmu dan amal, serta memajukan peradaban dengan nilai-nilai Islam.

kontributor : Dr. Moh Inami, M.Ag

Facebook Comments

Latest Posts