Selasa, 14 Juli 2026

Pesantren Muhammadiyah Kudus Sambut 101 Santri Baru, Direktur: Santri adalah Harapan Umat, Persyarikatan, dan Bangsa

1

KUDUS – Pesantren Muhammadiyah Kudus resmi mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui kegiatan Khutbah Ta’aruf yang berlangsung di Lapangan Pesantren Muhammadiyah Kudus Unit 2, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penyambutan santri baru sekaligus peneguhan komitmen pesantren dalam mencetak generasi Islam yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan.

Direktur Pesantren Muhammadiyah Kudus, Oemar Teguh Sabda Laksana, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Pesantren Muhammadiyah Kudus. Pada tahun pelajaran ini, pesantren menerima 101 santri baru yang akan menempuh proses pendidikan dan pembinaan selama berada di lingkungan pesantren.

“Alhamdulillah, pada tahun ini Pesantren Muhammadiyah Kudus menerima sebanyak 101 santri baru. Semoga Pesantren Muhammadiyah Kudus semakin kokoh dalam meningkatkan kualitas pesantren yang berkemajuan, mampu menjawab tantangan zaman dengan mempersiapkan generasi terbaik, serta senantiasa mengharap perlindungan dan pertolongan Allah Swt.,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa para santri bukan hanya peserta didik, melainkan aset berharga yang kelak menjadi penerus perjuangan umat, Persyarikatan Muhammadiyah, dan bangsa. Oleh sebab itu, setiap santri diharapkan memanfaatkan masa belajar di pesantren untuk memperdalam ilmu agama, membangun karakter, serta mengembangkan potensi diri secara optimal.

“Kalian adalah harapan umat, harapan Persyarikatan Muhammadiyah, dan harapan bangsa. Maka persiapkanlah diri untuk terus mengasah kemampuan melalui ibadah, belajar dengan sungguh-sungguh, serta membangun akhlak yang mulia agar mampu mengubah kehidupan menjadi lebih baik dan mewujudkan cita-cita baldatun ṭayyibatun wa rabbun ghafūr,” pesannya di hadapan para santri.

Pesan tersebut sejalan dengan visi Pesantren Muhammadiyah Kudus, yaitu “Faqih dalam Ilmu, Mulia dalam Akhlak, Prima dalam Prestasi.” Visi ini menjadi landasan dalam membentuk santri yang memiliki pemahaman agama yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Melalui Khutbah Ta’aruf, seluruh santri juga diajak menanamkan niat yang lurus dalam menuntut ilmu, membangun kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. Dengan bekal tersebut, diharapkan lahir generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme. Suasana penyambutan santri baru menjadi awal perjalanan pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang berilmu, berakhlak, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Facebook Comments
error: Content is protected !!