<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mi muhammadiyah Arsip - Muhammadiyah Kudus</title>
	<atom:link href="https://www.kudusmu.id/tag/mi-muhammadiyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kudusmu.id/tag/mi-muhammadiyah/</link>
	<description>Gerakan Islam Berkemajuan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jul 2018 14:53:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/cropped-icon-muhorid-1-150x150.jpg</url>
	<title>mi muhammadiyah Arsip - Muhammadiyah Kudus</title>
	<link>https://www.kudusmu.id/tag/mi-muhammadiyah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mimudaku Gelar Sosialisasi Program Tahunan</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/mimudaku-gelar-sosialisasi-program-tahunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2018 14:53:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar AUM]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah 2 kudus]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=2056</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sabtu, (21/7) MIMUDAKU mengadakan sosialisai program madrasah. Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kudus mengatakan, bahwa Mimudaku mencatat beberapa prestasi baik akademik maupun non akademik. Di bidang akademik, salah satu siswa mendapat juara 2 se-karasidenan pada olimpiade matematika. Sementara di bidang nonakademik juga mendapatkan juara 3 pada kejuaraan bulutangkis se-Kab. Kudus. Sementara kepala madrasah (Partini, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/mimudaku-gelar-sosialisasi-program-tahunan/">Mimudaku Gelar Sosialisasi Program Tahunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, (21/7) MIMUDAKU mengadakan sosialisai program madrasah. Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kudus mengatakan, bahwa Mimudaku mencatat beberapa prestasi baik akademik maupun non akademik. Di bidang akademik, salah satu siswa mendapat juara 2 se-karasidenan pada olimpiade matematika. Sementara di bidang nonakademik juga mendapatkan juara 3 pada kejuaraan bulutangkis se-Kab. Kudus.<br />
Sementara kepala madrasah (Partini, S. Pd. I, M. Pd.) menyatakan, bahwa madrasah berkomitmen meningkatkan pelayanan terhadap siswa melalui beberapa program al;<br />
Pertama, Program Ekstrakurikuler yang berjumlah 15 (SSB HW, Kepanduan HW, tapak suci, Anggar, Panahan, renang, Qiro&#8217;ah, Dacil, Kaligrafi, lukis, Tari, musik, karawitan, drund band). Pada kegiatan ektra dilatih oleh tenaga profesional dengan harapan dapat menelorkan prestasi.<br />
Kedua, tahfidz al Qur&#8217;an juz ke- 30. Harapannya ketika kelas 6 siswa juga dapat meningkatkan hafalan hingga juz ke-29.<br />
Ketiga, pembentukan karakter dengan pembiasaan kegiatan seperti; do&#8217;a sebelum belajar, shalat dhuha, makan sesuai sesuai tuntunan Islam.<br />
Keempat, out bound-PPL untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Jika tahun kemarin out bound PPL digabung dengan pengenalan alat transportasi dengan naik kereta api dari Stasiun Tawang ke Stadiun Balapan, maka tahun depan harapannya Out Bound PPL dapat dilakukan dengan naik kapal ke Karimun Jawa, dst.<br />
Keempat, membuka kelas inklusi dengan membuka kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus secara terbatas. Sekolah unggul adalah sekolah yg menerima siswanya tanpa tes. Selanjutnya dengan proses yg baik diharapkan out putnya baik.<br />
Untuk menunjang kegiatan fullday school, maka ditopang dengan beberapa sarpras, seperti ruang makan multifungsi. Setiap siswa mendapatkan snack, makan siang atau bingkisan lebaran. Adapun saldo uang konsumsi telah dimanfaatkan untuk membeli motor, kegiatan akhirussanah, dsb yang bermanfaat untuk menopang kegiatan madrasah.<br />
Kelima, tabungan kurban untuk memudahkan wali murid dalam newujudkan kurbannya. Tahun depan kegiatan ini diagendakan dilaksanakan di luar madrasah.<br />
Keenam, program Qiro&#8217;ati baik bagi guru maupun siswanya. Tahun ini sudah ada 4 guru yg bersyahadah. Untuk meningkatkan kompetensi, saat ini telah ada 4 guru yang mengambil program pascasarjana.<br />
Ketujuh, infaq harian yang bermanfaat untuk membentuk karakter anak bersifat dermawan.<br />
Sedangkan untuk kurikulum madrasah mengikuti Kemenag dengan tambahan muatan lokal, sesuai tujuan madrasah.<br />
Dengan program-program inilah, diharapkan semua siswa dapat berkembang susuai potensi yang dimilikinya.</p>
<p>Sekian<br />
Mimudaku<br />
Tujuh Dzulqa&#8217;dah 1439 H<br />
(sby-mimudaku)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/mimudaku-gelar-sosialisasi-program-tahunan/">Mimudaku Gelar Sosialisasi Program Tahunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rasulallah Muhammad SAW Menjadi Idola Orang Muslim</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/rasulallah-muhammad-saw-menjadi-idola-orang-muslim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2018 13:35:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar AUM]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah 2 kudus]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=2018</guid>

					<description><![CDATA[<p>www.kudusmu.id &#8211; Kudus- Kamis (31/05) Setelah menggelar pesantren ramadhan, MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus melanjutkan dengan Darul Arqam bagi guru dan karyawan. Acara ini dilaksanakan di Aula Madrasah pada hari Kamis, 31 Mei 2018. Bertindak sebagai narasumber adalah KH. Subhan dan KH. Sigit Mahmudi. Kegiatan yang bertemakan Uswatun Khasanah ini mendapatkan uraian materi dari KH. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/rasulallah-muhammad-saw-menjadi-idola-orang-muslim/">Rasulallah Muhammad SAW Menjadi Idola Orang Muslim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.kudusmu.id">www.kudusmu.id</a> &#8211; </strong>Kudus- Kamis (31/05) Setelah menggelar pesantren ramadhan, MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus melanjutkan dengan Darul Arqam bagi guru dan karyawan. Acara ini dilaksanakan di Aula Madrasah pada hari Kamis, 31 Mei 2018. Bertindak sebagai narasumber adalah KH. Subhan dan KH. Sigit Mahmudi.<br />
Kegiatan yang bertemakan Uswatun Khasanah ini mendapatkan uraian materi dari KH. Subhan sebagai berikut:</p>
<p>Dalam kehidupan sudah sewajarnya setiap orang memiliki idola. Namun bagi seorang muslim idola yang terbaik adalah Rasulullah Muhammad SAW. Firman Allah SWT : &#8220;Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu&#8230;&#8221;</p>
<p>Diantara sifat-sifat Rasulullah SAW., yang diwarisi Sahabat Ali bin Abi Thallib al :<br />
1. Pemaaf, yakni memberikan maaf kepada orang lain yang berbuat salah tatkala marah.<br />
2. Dermawan, Sabda Rasulullah SAW, bahwa barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, maka Allah SWT., akan memudahkan urusannya baik di dunia maupun di akhirat.<br />
3. Sanggup meninggalkan larangan dikala sendirian. Meskipun tidak ada seorangpun yang melihat, maka ia tidak akan melanggar larangan Allah SWT., karena yakin Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.<br />
4. Jujur pd orang yang diharapkan sesuatu darinya. Dengan demikian, apa yang keluar dari lidahnya adalah sesuatu yang sebagaimana adanya.<br />
Namun, menurut Ali bin Abi Tholib, banyak orang Islam yang belum mampu melaksanakannya.</p>
<p>Sedangkan KH. Sigit Mahmudi menekankan, bahwa sebagai orang yang ittiba&#8217; pada Rasulullah Muhammad SAW., maka hendaklah setiap muslim senantiasa hanya mengharap ridha Alla SWT dalam setiap amalnya.<br />
Selanjutnya, setiap muslim harus mempersiapkan bekal akhirat. Dengan persiapan akhirat maka Allah SWT akan berikan kebutuhannya di dunia (Qsm As Syura : 20).</p>
<p>Pada sesi terakhir, moderator (Ustadz Suprapto) memberikan kesempatan bagi guru/karyawan untuk bertanya. Semua pertanyaan dijawab oleh narasumber dengan jelas dengan mengetengahkan sumber-sumbernya yakni Al Qur&#8217;an dan Hadits. (sby/ mimudaku)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/rasulallah-muhammad-saw-menjadi-idola-orang-muslim/">Rasulallah Muhammad SAW Menjadi Idola Orang Muslim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuka Ruang Kreativitas Siswa Mimudaku</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/membuka-ruang-kreativitas-siswa-mimudaku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2018 13:07:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar AUM]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah 2 kudus]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=2015</guid>

					<description><![CDATA[<p>www.kudusmu.id &#8211; Kudus-(30/5)Ramadhan 1439 H, menjadi momen istimewa bagi siswa-siswi MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus. Pada kesempatan ini, pelaksanaan pesantren menitik-beratkan pada kegiatan siswa (student oriented). Siswa tidak lagi dianggap sebagai botol kosong yang bersifat pasif dan hanya menerima informasi guru. Namun, siswa ibarat botol yg telah berisi, sehingga selain menerima informasi ia juga memiliki [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/membuka-ruang-kreativitas-siswa-mimudaku/">Membuka Ruang Kreativitas Siswa Mimudaku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.kudusmu.id">www.kudusmu.id</a> &#8211; </strong>Kudus-(30/5)Ramadhan 1439 H, menjadi momen istimewa bagi siswa-siswi MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus. Pada kesempatan ini, pelaksanaan pesantren menitik-beratkan pada kegiatan siswa (student oriented). Siswa tidak lagi dianggap sebagai botol kosong yang bersifat pasif dan hanya menerima informasi guru. Namun, siswa ibarat botol yg telah berisi, sehingga selain menerima informasi ia juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan pada orang lain.</p>
<p>Dengan dengan demikian kegiatan pesantren memberikan kesempampatan luas pd siswa untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh, untuk mengawali kegiatan, maka dalam acara pembukakan dilaksanakan sendiri oleh para siswa. semua petugas mulai dari MC, qori’, dan pembaca doa dilaksanak sendiri oleh siswa.</p>
<p>Memperluat peranan siswa, maka inti kegiatan dikemas dalam bentuk belajar kelompok kecil. Selain efektif, hal ini juga mendorong siswa berperan sebagai tutor sebaya. Siswa yg memiliki kelebihan tertentu dapat menularkan kemampuanya kepada temannya. Tanpa disadari sesungguhnya siswa telah memerankan dirinya sebagai pengajar sekaligus pembelajar.</p>
<p>Beberapa kegiatan lomba juga dikemas dalam bentuk antar kelompok. Dan sebelum lomba dimulai, maka setiap kelompok berkesempatan untuk berlatih bersama. Adapun guru hanya menjadi pendamping kegiatan yg bertugas membimbing, mengarahkan, serta memberikan motivasi agar tampil maksimal dlm setiap sesi.</p>
<p>Dengan model ini, selain antusias, siswa juga memiliki tanggung jawab yg besar atas kelancaran kegiatan. Adapun dari sisi sosial, hal ini merangsang siswa lebih intens dalam berinteraksi, sehingga tercipta kekompakan.</p>
<p>Secara sederhana, kegiatan ini telah mencerminkan penciptaan ruang pengembangan kreativitas siswa. Di mana siswa mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuannya melalui “panggung” nyata.</p>
<p>Secara individu muncul juga beberapa siswa yg belum pernah tampil di hadapan umum, “terpaksa” tampil memerankannya dirinya sebagai penceramah maupun pemimpin kelompok, yg semuanya membutuhkan kreativitas siswa.</p>
<p>Dengan model kegiatan seperti ini diharapkan siswa tidak gagap dalam menghadapi realitas masyarakat, yg mengharapkan aksi nyata. Belajar yang baik adalah mengajar, demikian pepatah mengatakan. Mimudaku, Ramadhan ketiga belas 1439 H. (sby/mimudaku)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/membuka-ruang-kreativitas-siswa-mimudaku/">Membuka Ruang Kreativitas Siswa Mimudaku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mimudaku Ikuti Ceria Pandu Athfal HW se-Jateng</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/mimudaku-ikuti-ceria-pandu-athfal-hw-se-jateng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2018 06:38:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar AUM]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah 2 kudus]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=1952</guid>

					<description><![CDATA[<p>www.kudusmu.id &#8211; Kudus (Ahad, 01/04) Dengan semboyan &#8220;Siapa Menanam Siapa Mengetam&#8221;. MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus turut berpartisi mengirimkan 6 peserta Ceria Pandu Athfal. Di antara mereka yakni; Mas Kresno, Mas Gibran, Mas Ibat, Mbak Naila, Mbak Audi dan Mbak Nabila. Ke-6 siswa ini merupakan bagian dari Kontingen Kwarda GKHW Kabupaten Kudus. Bertindak sebagai pendamping [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/mimudaku-ikuti-ceria-pandu-athfal-hw-se-jateng/">Mimudaku Ikuti Ceria Pandu Athfal HW se-Jateng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.kudusmu.id">www.kudusmu.id</a> &#8211;</strong> Kudus (Ahad, 01/04) Dengan semboyan &#8220;Siapa Menanam Siapa Mengetam&#8221;. MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus turut berpartisi mengirimkan 6 peserta Ceria Pandu Athfal. Di antara mereka yakni; Mas Kresno, Mas Gibran, Mas Ibat, Mbak Naila, Mbak Audi dan Mbak Nabila.</p>
<p>Ke-6 siswa ini merupakan bagian dari Kontingen Kwarda GKHW Kabupaten Kudus. Bertindak sebagai pendamping kegiatan ini adalah Ustadzah Dwi Marliana. Kegiatan yang menitik beratkan pada ta&#8217;aruf antar Pandu Athfal se-Jateng ini dilaksanakan dalam rangka membina kemandirian peserta.</p>
<p>Adapun Kwarda GKHW Kab. Kudus secara keseluruhan mengirimkan 2 kuntum putra dan 2 kuntum putri, yang masing-masing kuntum terdiri dari 10 peserta. Dengan demikian, total peserta dari kontingen Kwarda Kab. Kudus adalah 40 anak yang berasal dari siswa-siswi MI/SD Muhammadiyah se-Kab. Kudus.</p>
<p>Kegiatan yang dihelat di Dokdiklatpur (Depo Pendidikan dan Latihan Tempur) Klaten Selatan ini diikuti 1.250 peserta dari 34 Kab./Kota se-Jawa Tengah. Memahami keberagaman dalam kreativitas, serta saling kenal-mengenal merupakan tujuan utama kegiatan. Untuk itu kegiatan ini dikemas dalam bentuk pentas seni, out bound, pioneering, rihlah, dan hasta karya.</p>
<p>Kegiatan ini dibuka hari Jum&#8217;at, 30 Maret dan akan ditutup hari Ahad, 1 April 2018. &#8220;Sungguh berat menjadi kader Muhammadiyah. Ragu dan bimbang lebih baik pulang&#8221;, demikian pesan Jendral Sudirman yang menjadi salah satu penyemangat peserta untuk mengikuti kegiatan ini hingga tuntas. Lebih-lebih di tempat ini, para peserta setiap hari juga menyaksikan kebersamaan, kemandirian dan kedisiplinan para prajurit TNI yang siap diberangkatkan ke medan tempur setiap saat ini.</p>
<p>Lebih baik mandi peluh di medan latihan daripada mandi darah di medan tempur. Demikian salah satu slogan Prajurit TNI dalam menjalani menu latihan setiap hari. Semangat ini telah ditanamkan oleh salah satu perintis TNI, yakni seorang aktifis Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang tak lain adalah Panglima Besar Jendral Sudirman. Sosok sahaja dan disiplin kelahiran Rembang, Purbalingga yang mengawali karirnya sebagai seorang pendidik di SD Muhammadiyah Cilacap. (sby/ mimudaku)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/mimudaku-ikuti-ceria-pandu-athfal-hw-se-jateng/">Mimudaku Ikuti Ceria Pandu Athfal HW se-Jateng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para Siswa MIDAKU Merasakan Sensasi Kereta Api Tawang &#8211; Balapan</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/para-siswa-midaku-merasakan-sensasi-kereta-api-tawang-balapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2018 04:48:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar AUM]]></category>
		<category><![CDATA[kerata api]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah 2 kudus]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=1901</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kudus &#8211; Selasa (27/03) Kereta Api di Indonesia telah hadir sejak tahun 1867. Namun, menikmati model transportasi ini tidak semua orang dapat mengalami. Terlebih bagi generasi Kudus 80-an hingga kini, yang tak lagi dapat menyaksikan kereta api melintasi di kotanya. Beruntung masih tersisa stasiun Wergu dan rel yang masih dapat bercerita sedikit tentang kejayaan di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/para-siswa-midaku-merasakan-sensasi-kereta-api-tawang-balapan/">Para Siswa MIDAKU Merasakan Sensasi Kereta Api Tawang &#8211; Balapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Kudus &#8211; Selasa (27/03) Kereta Api di Indonesia telah hadir sejak tahun 1867. Namun, menikmati model transportasi ini tidak semua orang dapat mengalami. Terlebih bagi generasi Kudus 80-an hingga kini, yang tak lagi dapat menyaksikan kereta api melintasi di kotanya. Beruntung masih tersisa stasiun Wergu dan rel yang masih dapat bercerita sedikit tentang kejayaan di masa lalu. Namun, kenangan itu tidak terlalu terasa, sebab telah berlalu segala sensasi dan kenangannya.</p>
<p>Untuk menghadirkan kenangan dan sensasinya kembali pada generasi kini, maka tiada jalam lain. MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus mengisi outbound dan PPL tahun ini dengan &#8220;Numpak Sepur&#8221;. Perjalanan yang diawali dengan pengenalan Stasiun Tawang Semarang ini mendapat antusias dari para siswa. Selain menyaksikan bangunan bersejarah stasiun, siswa juga mengenal berbagai profesi di dalamnya, seperti masinis, polisi khusus kereta, petugas teknisi dan lain sebagainya. Memasuki area stasiun Tawang, para siswa tak mampu menyembunyikan kekagumannya pada kereta. Tidak cukup hanya memandang kereta yang lewat di hadapan. Di antara mereka selalu ingin mendekat saat ada raungan kereta yang merapat di Stasiun. Mungkin bagi mereka, menyaksikan kereta api bagaikan bertemu dinosaurus yang langka. Oleh kerenanya kereta api yang berhenti di stasiun seakan menjadi obyek pelampiasan rasa penasarannya. Tiada yang luput dari tatapan matanya dari ujung bawah sampai ujung atas, dari kedatangan sampai berangkatnya. Bahkan andaikan bisa, kereta yang tak dizinkan berlalu dari hadapanya sebelum puas mata menatapnya. Maklumlah, anak Kudus era kini tak sembarang waktu bertemu alat transportasi yang dibawa ke Indonesia oleh Raja Willem I ini.</p>
<p>Serasa dalam mimpi, para siswa menyambut dengan riuh saat dipersilakan menaiki gerbong yang akan membawanya ke Kota Solo. Dengan penuh semangat mereka melangkahkan kaki ke tangga menuju gerbong kereta. Dengan tertib mereka mencari tempat duduk sesuai nomor yang tertera pada karcisnya. Sepanjang jalan mereka membuang pandangan ke jendela kereta. Perlahan-lahan Stasiun Tawang ditinggalkannya. Sepanjang jalan di Kota Semarang anak menyaksikan suasana yang tidak senalar dengan alam pikirannya. Bangunan tidak teratur dan sampah yang berserakan menjadi hiasan mata mereka.</p>
<p>Selepas Stasiun Alas Tuwo, mata mereka dimanjakan dengan pemandangan alam yang hijau. Kebun pisang, kelapa, jati dan lain sebagainya telah menjadi pengobat mata karena kesejukannya. Demikian juga memasuki Stasiun Karangjati hingga Gundhi mereka mendapakan suguhan pemandangan persawahan, kebun jagung serta perkampungan yang asri. Rumah-rumah yang diapit kebun dan persawahan menjadikan kesan damai dan nyaman dalam kesederhanaan.</p>
<p>Senyum siswa terus mengembang hingga Kereta memasuki Stasiun Balapan. Rasa penasaran yang pada stasiun yang masyhur inipun tiada tertahan. Sebelum kereta berhenti kakipun enggan terdiam, ingin merasakan sensasi melantai di &#8220;stasiunnya&#8221; Mas Didi Kempot ini. Namun, suasana ini tak berlangsung lama mengingat para siswa telah dinantikan bus-bus yang hendak membawanya ke Agro Wisata Amanah Karanganyar. Selamat jalan Stasiun Balapan, entah kapan pengalaman ini kan berulang. Sensasi Stasiun Tawang-Balapan, Senin duapuluh enam Maret duaribu delapan belas. (sby/ mimudaku)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/para-siswa-midaku-merasakan-sensasi-kereta-api-tawang-balapan/">Para Siswa MIDAKU Merasakan Sensasi Kereta Api Tawang &#8211; Balapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyemai Bibit Wirausahawan</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/menyemai-bibit-wirausahawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2018 14:15:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar AUM]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah 2 kudus]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=1889</guid>

					<description><![CDATA[<p>www.kudusmu.id &#8211; Aktifitas membeli lebih mudah daripada menjual. kegiatan konsumtif lebih mudah daripada produktif. Berangkat dari pernyataan di atas, maka untuk mengisi jeda UTS semester genap, 2017/2018 MI Muhammadiyah 2 Kudus PK. mengajak peserta didik untuk berwirausaha. Memantik siswa produktif dan mengurangi sikap konsumtif. Bak jamur dimusim penghujan, ruangan hall yg tadinya sepi berubah menjadi riuh. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/menyemai-bibit-wirausahawan/">Menyemai Bibit Wirausahawan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.kudusmu.id">www.kudusmu.id</a> &#8211; </strong>Aktifitas membeli lebih mudah daripada menjual. kegiatan konsumtif lebih mudah daripada produktif. Berangkat dari pernyataan di atas, maka untuk<br />
mengisi jeda UTS semester genap, 2017/2018 MI Muhammadiyah 2 Kudus PK. mengajak peserta didik untuk berwirausaha. Memantik siswa produktif dan mengurangi sikap konsumtif.</p>
<p>Bak jamur dimusim penghujan, ruangan hall yg tadinya sepi berubah menjadi riuh. Para murid bersuka cita melaksanakan kegiatan yg digelar sekali dalam semester dan diikuti seluruh siswa-siswi.</p>
<p>Sekilas kegiatan ini nampak sederhana, namun sesungguhnya hal ini sangat bermakna di hati para siswa. Betapa tidak, pembelajaran yg selama ini banyak dilaksanakan di dalam kelas dan dikendalikan oleh guru, maka saat ini berubah 180 derajat. Kegiatan ini menjadi milik siswa dan dikendalikan oleh mereka. Para siswa dapat berekspresi seluas-luasnya sesuai bakat dan minatnya. Ada yang yang bergulat dibidang suplayer, produksi maupun penjualan. Hal ini tentu memberikan kesan mendalam, karena berkesempatan menjadi diri mereka sendiri.</p>
<p>Pada kesempatan ini produk yg dihasilkan siswa masih sangat terbatas dan didominasi oleh makanan, minuman, serta sedikit produk kerajinan.<br />
Meskipun demikian para siswa telah mendapatkan berbagai pembelajaran bermana, terutama keberanian untuk menawarkan produk yg dihasilkannya.<br />
Menawarkan produk maupun jasa bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan tekad dan pantang malu supaya laku. Bagi yg tidak biasa berdagang menawarkan kepada orang lain adalah sesuatu yg terberat. Butuh keberanian dan komunikasi yang yang meyakinkan. Hal Inilah yg menjadi target awal kegiatan ini; yakni siswa tidak malu menawarkan sesuatu kepada orang lain. Karena diyakini hal Inilah salah satu embrio suksesnya para wirausahawan, yakni pemasaran.</p>
<p>Buat apa malu berdagang, bukankah negara-negara maju itu berkembang karena ditopang oleh sektor perdagangannya? Sehingga negara-negara tersebut dikenal dg istilah &#8220;nation trade&#8221; (negara pedagang). Di mana surplus perdagangan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunannya. Untuk mencapai ini maka harus didukung minimal 2 persen penduduknya berprofesi sebagai wirausahawan. Dengan semakin banyaknya jumlah wirausahawan di suatu negeri maka semakin meningkatlah kesejahteraan ekonominya.</p>
<p>Dan jika menengok sirah nabawi, maka bukankan Rasulullah SAW. semasa remaja juga berprofesi sebagai pedagang? Dengan demikian, kegiatan kewirausahaan ini bukan sekedar pelajaran, namun suatu penegasan bahwa pedagang adalah profesi yang mulia. Dalam profesi ini butuhkan kecerdasan pikiran agar tepat dalam perhitungan, kecerdasan emosional agar dapat memberikan layanan yg baik, dan dibutuhkan kecerdasan spiritual agar jujur dalam transaksi. Kemuliaan ini juga tercermin dari tuntutan sikap hemat, kerja keras, kreatif, serta selalu berorientasi ke masa depan. Untuk itu tak perlu ragu, mari bangkitkan semangat kewirausahaan! (sby/mimudaku)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/menyemai-bibit-wirausahawan/">Menyemai Bibit Wirausahawan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mimudaku Apresiasi Film &#8220;Nyai Ahmad Dahlan&#8221;</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/mimudaku-apresiasi-film-nyai-ahmad-dahlan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Aug 2017 14:53:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar AUM]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah 2 kudus]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[nyai ahmad dahlan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=1550</guid>

					<description><![CDATA[<p>www.kudusmu.id &#8211; KUDUS-Sabtu (26/8) MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus (Mimudaku), menggelar acara tahunan, yakni Praktik Pembelajaran Lapangan (PPL). Namun, ada yang berbeda untuk tahun ini. Tahun ini, Mimudaku memilih untuk Nobar Film “Nyai Ahmad Dahlan” dalam mengisi kegiatan PPL. Kegiatan kami agak sedikit berbeda dengan yang lain. Sebab dalam hal ini kami tidak hanya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/mimudaku-apresiasi-film-nyai-ahmad-dahlan/">Mimudaku Apresiasi Film &#8220;Nyai Ahmad Dahlan&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>www.kudusmu.id</strong> &#8211; KUDUS-Sabtu (26/8) <a href="http://www.mimudaku.sch.id/">MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus</a> (<a href="http://www.mimudaku.sch.id/">Mimudaku</a>), menggelar acara tahunan, yakni Praktik Pembelajaran Lapangan (PPL). Namun, ada yang berbeda untuk tahun ini. Tahun ini, <a href="http://www.mimudaku.sch.id/">Mimudaku</a> memilih untuk Nobar Film <em>“Nyai Ahmad Dahlan”</em> dalam mengisi kegiatan PPL. Kegiatan kami agak sedikit berbeda dengan yang lain. Sebab dalam hal ini kami tidak hanya menonton film secara bersama-sama. Akan tetapi, kami mencoba untuk mengapresiasi karya anak bangsa dengan cara menonton bersama film <em>“Nyai Ahmad Dahlan”</em>.</p>
<p>Sebelum berangkat ke tempat gedung bioskop di New Star Cineplex Matahari Kudus. Kami melaksanakan sholat dhuha terlebih dahulu. Kemudian, kami berangkat dari madrasah sekitar pukul 07.30 WIB. Kami membariskan sejumlah 1 elf kuning milik <a href="http://www.mimudaku.sch.id/">Mimudaku</a>, 12 angkutan umum, dan sejumlah kendaraan pribadi milik wali murid. Sebab, ternyata beberapa wali murid juga sangat antusias untuk nobar film <em>“Nyai Ahmad Dahlan”</em>. Kami berjalan beriringan dari madrasah hingga sampai di parkiran. Sampai di depan gedung bioskop, kami disambut oleh LSBO PDM Kudus. Pemutaran film <em>“Nyai Ahmad Dahlan”</em> ini adalah kerja sama antara LSBO PDM Kudus dengan New Star Cineplex Matahari Kudus. Maka dari itu, kami tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk dapat menonton bersama film tersebut.</p>
<p>Langkah kami selanjutnya untuk dapat mengapresiasi film <em>“Nyai Ahmad Dahlan”</em> ini adalah dengan cara menganalisis unsur-unsur intrinsik drama (film termasuk salah satu jenis drama yang direkam dan dipublikasikan kepada khalayak). Untuk kelas kecil, kami kenalkan mereka tempat umum, seperti gedung bisokop, pasar swalayan (Matahari Mall Kudus), dan sekaligus mengajak mereka menonton bersama. Sedangkan untuk kelas besar kami tugaskan untuk dapat melaporkan hasil kunjungan ke gedung bioskop di New Star Cineplex Matahari Kudus dengan menulis beberapa paragraf dengan menggunakan kata-kata sendiri yang mudah dimengerti. Selain itu, kami juga menugaskan mereka untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik drama dari film tersebut.</p>
<p>Jadi dalam hal ini, kami tidak ingin anak-anak didik kami hanya sekadar menonton saja. Akan tetapi, kami sangat berharap anak-anak didik kami dapat memahami perjuangan Nyai Ahmad Dahlan lewat analisis yang mereka buat. Paling tidak, mereka akan mengetahui tema, judul, pemain, tokoh, watak, latar, alur, gaya bahasa, serta amanat yang ada pada film tersebut. Hal yang paling mendasar untuk diketahui oleh anak-anak didik kami adalah si pembuat karya tersebut. Setidaknya anak-anak didik kami mengetahui siapa sutradara dan penulis cerita, sehingga dapat menghasilkan karya yang sangat juar biasa ini.</p>
<p>Kami juga mengajarkan kepada anak-anak didik kami, untuk selalu menghargai karya-karya orang lain tanpa harus mengintimidasi dan merendahkannya. Kami selalu ingin anak-anak didik kami dapat mengahrgai karya orang lain dan dapat membuat karya sendiri sesuai dengan kemampuan masing-masing yang dimiliki. Kami juga ingin mengenalkan bahwa karya sastra tidak hanya berupa puisi, prosa, cerpen, dan novel. Akan tetapi, karya sastra juga dapat berupa drama. Mereka pun juga harus tahu, bahwa drama yang dipentaskan di panggung biasa dikenal dengan istilah teater. Namun, perlu diingat bahwa drama tidak selalu dipentaskan, drama juga ada yang direkam dan dipublikasikan seperti halnya dengan sinema elektronik (sinetron) dan juga film. (<a href="aidakeoshi.blogspot.co.id">keoshi</a> / mpi kudus)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/mimudaku-apresiasi-film-nyai-ahmad-dahlan/">Mimudaku Apresiasi Film &#8220;Nyai Ahmad Dahlan&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puluh Murid Baru MI Muhammadiyah Jati Kulon Taklukkan Tantangan Outbound</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/puluh-murid-baru-mi-muhammadiyah-jati-kulon-taklukkan-tantangan-outbound/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2017 13:48:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar AUM]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah jati kulon]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.muhkudus.id/?p=1498</guid>

					<description><![CDATA[<p>muhkudus.id &#8211; Kudus. Minggu 30/07/ 2017. Sebanyak 52 siswa siswi MI Muhammadiyah Jati Kulon Kudus mengikuti kegiatan outbound di Mountain Residence View Bae Kudus. Kegiatan diikuti siswa siswi baru kelas satu dengan penuh semangat dan keceriaan. Sebanyak empat angkutan kota disiapkan untuk mengantar siswa siswi yang berkumpul di madrasah menuju lokasi kegiatan yang berada sekitar 100 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/puluh-murid-baru-mi-muhammadiyah-jati-kulon-taklukkan-tantangan-outbound/">Puluh Murid Baru MI Muhammadiyah Jati Kulon Taklukkan Tantangan Outbound</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>muhkudus.id &#8211; </strong>Kudus. Minggu 30/07/ 2017. Sebanyak 52 siswa siswi MI Muhammadiyah Jati Kulon Kudus mengikuti kegiatan outbound di Mountain Residence View Bae Kudus.<br />
Kegiatan diikuti siswa siswi baru kelas satu dengan penuh semangat dan keceriaan. Sebanyak empat angkutan kota disiapkan untuk mengantar siswa siswi yang berkumpul di madrasah menuju lokasi kegiatan yang berada sekitar 100 meter setelah perempatan kampus UMK. Kegiatan yang dimulai dari pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 11.30 ini bertujuan untuk melatih keterampilan/skill, sikap, serta ajang pengakraban siswa siswi kelas satu dengan sesamanya maupun dengan guru dan tenaga pendidikan yang ada di MI Muhammadiyah Jati Kulon Kudus.</p>
<p>Kegiatan outbond yang berlangsung selama empat jam tersebut terdiri dari kegiatan eksplorasi di rangkaian wahana outbound kemudian dilanjutkan dengan renang di kolam yang da di lokasi tersebut. Kegiatan eksplorasi wahana outbound dipandu langsung oleh instruktur yang sudah ahli dalam bidangnya serta bimbingan dari guru-guru yang mendampingi.</p>
<p>Delapan wahana outbound yang dilewati siswa siswi mampu melatih keterampilan serta memunculkan karakter. Wahana berjalan diatas jala sempit adalah tantangan pertama yang harus dilewati siswa. Karakter tenang dan fokus diperlukan untuk melewati tantangan tersebut. Hal menarik yang perlu diketahui adalah siswa siswi harus mampu melepas dan mengkaitkan sendiri kunci pengaman di rel pengaman selama melewati wahana satu ke wahan yang lainya. Keuletan, kesabaran siswa sisi diuji selama proses tersebut.</p>
<p>Banyak sekali keterampilan dan karakter yang muncul selama siswa siswi menyelesaikan semua tantangan, misalnya pada wahana jembatan kayu menggantung. Pada wahana ini tidak sedikit siswa siswi yang takut dan menangis, namun dengaj keberanian dan kesabaran akhirnya tantangan dapat diselesaikan.</p>
<p>Rangkaian wahan diakhiri dengan flying fox, pada wahana ini ketakutan terhadap ketinggian harus dilawan oleh siswa siswi. Mereka juga belajar untuk tenang dan tentunya menikmati kesan terbang yang menyenangkan. Keseruan dan semangat siswa siswi dilanjutkan dengan berenang di kolam. Kegiatan di air tersebut juga memiliki manfaat untuk melatih motorik anak seperti pada wahan outbound.</p>
<p>&#8220;Kegiatan outboud siswa siswi baru kelas satu sudah menjadi agenda rutin selama beberapa tahun terakhir, harapanya banyak manfaat positif yang didapat nelalui kegiatan ini&#8221;, tutur Wakhid Ansori kepala MI Muhammadiyah Jati Kulon Kudus.<br />
Kegiatan outbound tersebut diharapkan mampu melahirkan siswa siswi yang berkarakter mendamping taqwa dan prestasi. (ulil / mpi kudus)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/puluh-murid-baru-mi-muhammadiyah-jati-kulon-taklukkan-tantangan-outbound/">Puluh Murid Baru MI Muhammadiyah Jati Kulon Taklukkan Tantangan Outbound</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MI Muhammadiyah Al-Tanbih Juara Umum Drum Band Tingkat Jateng</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/mi-muhammadiyah-al-tanbih-juara-umum-drum-band-tingkat-jateng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 May 2017 13:31:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar AUM]]></category>
		<category><![CDATA[jati]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah an tabih]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.muhkudus.id/?p=1352</guid>

					<description><![CDATA[<p>muhkudus.id &#8211; Prestasi membanggakan diperoleh siswa – siswi MI Muhammadiyah Al – Tanbih Desa Getas Pejaten kecamatan Jati. Pasalnya, grup drum band “Gita Bahana Bagaskara” dengan personil 47 siswa – siswi MI Muhammadiyah Al – Tanbih tersebut berhasil meraih juara umum dalam acara “Jateng Open Drum/Marching Band Competition” yang digelar di GOR Yadora Semarang, Sabtu 20 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/mi-muhammadiyah-al-tanbih-juara-umum-drum-band-tingkat-jateng/">MI Muhammadiyah Al-Tanbih Juara Umum Drum Band Tingkat Jateng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>muhkudus.id &#8211; </strong>Prestasi membanggakan diperoleh siswa – siswi MI Muhammadiyah Al – Tanbih Desa Getas Pejaten kecamatan Jati. Pasalnya, grup drum band “Gita Bahana Bagaskara” dengan personil 47 siswa – siswi MI Muhammadiyah Al – Tanbih tersebut berhasil meraih juara umum dalam acara “Jateng Open Drum/Marching Band Competition” yang digelar di GOR Yadora Semarang, Sabtu 20 Mei 2017 lalu. Acara tersebut diselenggarakan oleh PDBI Jateng dan KONI Jateng.</p>
<p>Menurut kepala MI Muhammadiyah Al – Tanbih, Chotimatul Mardliyah, Senin 22 Mei 2017, siswa – siswinya sudah disiapkan sejak 6 bulan lalu untuk menyongsong acara tersebut. Secara rutin mereka digembleng latihan. Ada 10 SD/MI se Jateng yang ikut dalam lomba tersebut.</p>
<p>Dan madrasahnya satu – satunya wakil dari Kudus. Selain tingkat SD/MI juga diikuti tingkat TK/RA dan SMP/MTs. Dijelaskan oleh Chotimatul Mardliyah, dalam acara tersebut MI Muhammadiyah Al – Tanbih meraih juara 1 kategori music konser, juara 1 general effect dan juara 1 lomba tersebut.</p>
<p>Selain itu, MI Muhammadiyah Al – Tanbih juga mendapatkan tropi bergilir dari Gubernur Jawa Tengah serta uang pembinaan. Dikatakannya, baru kali ini grup drum band “Gita Bahana Bagaskara” MI Muhammadiyah Al – Tanbih mendapatkan juara umum sepanjang keikutsertaanya dalam lomba serupa dengan jumlah tropi terbanyak.</p>
<p>Dijelaskannya, anak – anak yang terlibat dalam grum drum band ini adalah kelas 4 dan 5. Untuk tahun mendatang, juga sama anak – anak dari kelas 4 dan 5 yang akan dilibatkan. Tahun ini, anak – anak kelas 5 yang naik kelas 6 tidak dilibatkan dalam ekstrakuler apapun. Karena mereka lebih dikonsentrasikan untuk ujian tahun mendatang menjelang masuk SMP.</p>
<p>Sementara itu salah satu siswi, Mutya Estuning Probosiwi dari kelas 5 mengaku bangga karena dapat mempersembahkan juara umum dalam lomba itu. Mutya juga mengaku, meski lelah karena latihan yang rutin, tetapi hasilnya memuaskan. (roy/mpi kudus)</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/mi-muhammadiyah-al-tanbih-juara-umum-drum-band-tingkat-jateng/">MI Muhammadiyah Al-Tanbih Juara Umum Drum Band Tingkat Jateng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ujian Madrasah dan Ujian Nasional sebagai Puncak Belajar selama 6 tahun</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/ujian-madrasah-dan-ujian-nasional-sebagai-puncak-belajar-selama-6-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 May 2017 01:54:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar AUM]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[mi muhammadiyah 2 kudus]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.muhkudus.id/?p=1323</guid>

					<description><![CDATA[<p>muhkudus.id &#8211; Senin (8 Mei 2017), MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus (MIMUDAKU) melaksanakan ujian madrasah selama satu minggu mulai hari Senin &#8211; Sabtu (8 &#8211; 13 Mei 2017), dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian nasional selama tiga hari ke depan yaitu Senin &#8211; Rabu (15 &#8211; 17 Mei 2017). Siswa siswi MIMUDAKU terlihat semangat sekali dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/ujian-madrasah-dan-ujian-nasional-sebagai-puncak-belajar-selama-6-tahun/">Ujian Madrasah dan Ujian Nasional sebagai Puncak Belajar selama 6 tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>muhkudus.id</strong> &#8211; Senin (8 Mei 2017), MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus <a href="http://mimudaku.sch.id">(MIMUDAKU)</a> melaksanakan ujian madrasah selama satu minggu mulai hari Senin &#8211; Sabtu (8 &#8211; 13 Mei 2017), dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian nasional selama tiga hari ke depan yaitu Senin &#8211; Rabu (15 &#8211; 17 Mei 2017). Siswa siswi <a href="http://mimudaku.sch.id">MIMUDAKU</a> terlihat semangat sekali dan sangat antusias. Mereka memasuki ruang ujian dengan yakin dan pasti bahwa kemenangan akan mereka raih yaitu berupa nilai yang bagus. Pikiran positif selalu tertanam dalam diri mereka. Hal tersebut pasti akan sangat membanggakan bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang tua mereka. Adalah hal yang sangat membanggakan bagi <a href="http://mimudaku.sch.id">MIMUDAKU</a> apabila dapat mengantarkan siswa siswi <a href="http://mimudaku.sch.id">MIMUDAKU</a> meraih kesuksesan di dalam ujian madrasah maupun ujian nasional. Mendapat nilai yang bagus dengan jalan belajar merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan dalam belajar sungguh-sungguh selama 6 tahun belajar di Madrasah Ibtidaiyah.</p>
<p>Suasana haru biru menyelimuti, tatkala mereka keluar dari ruang ujian. Perasaan plong dan lega sangat mereka rasakan di dada. Senyuman manis terukir di bibir para siswa siswi <a href="http://mimudaku.sch.id">MIMUDAKU</a> setelah memeras pikiran untuk mengerjakan soal-soal ujian madrasah yang berisi dengan soal-soal keagamaan Islam seperti: Fikih, Al-Quran Hadits, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab dan Kemuhammadiyahan. Lalu dilanjutkan mata pelajaran umum seperti: Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris. Dan sebagai puncaknya adalah ujian nasional 3 mata pelajaran yaitu: Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Ucapan syukur selalu dilantunkan oleh siswa siswi MIMUDAKU dan tak lupa selalu ada doa, usaha, ikhtiar dan tawakal dalam diri semua siswa siswi <a href="http://mimudaku.sch.id">MIMUDAKU.</a> (@nisya @gung / mpi kudus )</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/ujian-madrasah-dan-ujian-nasional-sebagai-puncak-belajar-selama-6-tahun/">Ujian Madrasah dan Ujian Nasional sebagai Puncak Belajar selama 6 tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
