<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kalender Islam Global Arsip - Muhammadiyah Kudus</title>
	<atom:link href="https://www.kudusmu.id/tag/kalender-islam-global/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kudusmu.id/tag/kalender-islam-global/</link>
	<description>Gerakan Islam Berkemajuan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 01:53:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/cropped-icon-muhorid-1-150x150.jpg</url>
	<title>Kalender Islam Global Arsip - Muhammadiyah Kudus</title>
	<link>https://www.kudusmu.id/tag/kalender-islam-global/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sejarah KHGT: Dari Kongres Istanbul hingga Dikembangkan Muhammadiyah</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/khgt-milik-umat-islam-bukan-muhammadiyah-semata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 01:53:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lentera]]></category>
		<category><![CDATA[Haedar Nashir]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Hijriah Global Tunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Islam Global]]></category>
		<category><![CDATA[KHGT]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres Istanbul]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Umat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah KHGT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=7850</guid>

					<description><![CDATA[<p>KHGT untuk Persatuan Umat Islam, Bukan Eksklusif Milik Muhammadiyah Oleh : Susiknan Azhari Dalam proses penerapannya, masih ditemukan sejumlah pemahaman yang kurang tepat mengenai sejarah dan posisi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), baik di lingkungan internal maupun di luar Muhammadiyah. Salah satu pandangan yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa KHGT sepenuhnya merupakan produk Muhammadiyah. Jika [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/khgt-milik-umat-islam-bukan-muhammadiyah-semata/">Sejarah KHGT: Dari Kongres Istanbul hingga Dikembangkan Muhammadiyah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1 class="isSelectedEnd">KHGT untuk Persatuan Umat Islam, Bukan Eksklusif Milik Muhammadiyah</h1>
<h4 class="isSelectedEnd"><strong>Oleh : Susiknan Azhari</strong></h4>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Dalam proses</strong> penerapannya, masih ditemukan sejumlah pemahaman yang kurang tepat mengenai sejarah dan posisi <strong>Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)</strong>, baik di lingkungan internal maupun di luar Muhammadiyah. Salah satu pandangan yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa KHGT sepenuhnya merupakan produk Muhammadiyah. Jika melihat perjalanan sejarah perkembangan kalender <strong>Islam</strong> internasional, pandangan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang ada.</p>
<p class="isSelectedEnd">Gagasan mengenai pembentukan kalender Islam global sebenarnya telah berkembang melalui proses panjang dan melibatkan banyak pemikir, astronom, ulama, serta institusi dari berbagai negara. Salah satu momentum penting dalam perjalanan tersebut adalah Kongres Penyatuan Kalender Hijriah Internasional yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada 28–30 Mei 2016 M atau 21–23 Syakban 1437 H.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kongres Istanbul tersebut menghasilkan keputusan penting mengenai penerimaan konsep kalender Islam tunggal yang dapat digunakan secara global. Gagasan dan keputusan itu kemudian diadopsi, dikaji, serta dikembangkan lebih lanjut oleh Muhammadiyah hingga melahirkan konsep KHGT sebagaimana dikenal saat ini. Bahkan, berbagai sumber resmi Muhammadiyah menyebutkan bahwa kriteria KHGT memiliki landasan pada hasil Kongres Istanbul 1437 H/2016 M.</p>
<p class="isSelectedEnd">Fakta tersebut menunjukkan bahwa <strong>KHGT</strong> memiliki sejarah yang lebih luas daripada sekadar produk sebuah organisasi. Muhammadiyah memang mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam proses pengkajian, pengembangan, penetapan, penerapan, dan sosialisasi KHGT. Namun, kontribusi tersebut tidak berarti menjadikan KHGT sebagai kepemilikan eksklusif Muhammadiyah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Justru karena tujuan utama <strong>KHGT adalah menghadirkan kesatuan kalender bagi umat Islam di seluruh dunia, semangat yang harus dikedepankan adalah kepemilikan bersama.</strong> KHGT seharusnya ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar kolektif umat Islam untuk mewujudkan keseragaman dalam penentuan tanggal dan hari, sehingga umat Islam tidak lagi terpecah dalam persoalan kalender.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pandangan tersebut juga sejalan dengan pernyataan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. Dalam momentum peluncuran KHGT, ia menekankan pentingnya menghindari ego sektoral dalam perjuangan mewujudkan kalender Islam global. Bahkan, ia menyampaikan bahwa nama Muhammadiyah tidak perlu ditonjolkan apabila hal tersebut justru menjadi penghalang bagi tercapainya tujuan yang lebih besar, yakni persatuan umat Islam dalam satu hari dan satu tanggal.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Muhammadiyah sendiri memiliki perspektif yang terbuka mengenai posisi KHGT. Kalender Islam global tidak semestinya dipahami sebagai milik satu organisasi, tetapi sebagai gagasan yang diperuntukkan bagi umat Islam secara luas. Muhammadiyah dalam hal ini berperan sebagai salah satu pihak yang meneruskan, mengembangkan, dan memperjuangkan gagasan tersebut.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam kerangka sejarah tersebut, penggunaan istilah <strong>IR Turki dan KHGT (IR Turki/KHGT)</strong> oleh aplikasi PERSIS TIMES layak mendapat apresiasi. Penyebutan tersebut bukan hanya persoalan terminologi, melainkan juga dapat menjadi cara untuk mengingatkan publik mengenai kesinambungan sejarah dan perkembangan intelektual di balik lahirnya KHGT.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan penyebutan tersebut, masyarakat dapat melihat bahwa KHGT mempunyai akar historis yang berkaitan dengan gagasan serta keputusan Kongres Istanbul 1437 H/2016 M. Selanjutnya, gagasan tersebut diadopsi dan dikembangkan oleh Muhammadiyah melalui berbagai proses kajian hingga menjadi konsep KHGT yang diperkenalkan dan diperjuangkan saat ini.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, KHGT perlu ditempatkan secara proporsional. Muhammadiyah patut mendapatkan apresiasi atas kontribusi besar dalam mengembangkan dan memperjuangkan penerapannya. Namun, KHGT tidak semestinya diposisikan sebagai milik eksklusif Muhammadiyah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Lebih dari sekadar identitas organisasi, KHGT merupakan bagian dari perjalanan panjang umat Islam dalam mencari sistem kalender yang mampu menyatukan umat secara global. Semakin kuat rasa memiliki dari berbagai elemen umat Islam terhadap KHGT, semakin terbuka pula peluang kalender tersebut diterima sebagai instrumen pemersatu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pada akhirnya, keberhasilan KHGT bukan hanya ditentukan oleh siapa yang pertama mengembangkan atau siapa yang paling aktif memperjuangkannya. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika kalender tersebut dapat diterima dan digunakan secara luas oleh umat Islam sehingga perbedaan dalam penentuan hari dan tanggal dapat diminimalkan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan demikian, KHGT selayaknya dipandang sebagai <strong>ikhtiar bersama umat Islam untuk menghadirkan kalender Hijriah global yang berorientasi pada persatuan</strong>, sementara Muhammadiyah memiliki posisi penting sebagai salah satu organisasi yang berperan aktif dalam mengembangkan dan memperjuangkannya.</p>
<p><em>Wa Allahu A&#8217;lam bi as-Sawab.</em></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/khgt-milik-umat-islam-bukan-muhammadiyah-semata/">Sejarah KHGT: Dari Kongres Istanbul hingga Dikembangkan Muhammadiyah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
