Kudus, 14 Januari 2026 — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kudus terus melakukan respons kemanusiaan terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus akibat curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak Jumat, 9 Januari 2026.
Hujan berkepanjangan yang disertai kiriman air dari wilayah hulu menyebabkan banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di berbagai kecamatan. Genangan air dengan ketinggian rata-rata 20–50 cm, bahkan hingga 70 cm di beberapa titik, mengakibatkan terendamnya permukiman warga, persawahan, serta terganggunya akses dan mobilitas masyarakat.
Dampak Bencana
Berdasarkan pembaruan data hingga 14 Januari 2026 pukul 22.00 WIB, bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kudus berdampak pada:
-
12 kecamatan
-
31 desa
-
13.262 jiwa (4.213 KK) terdampak
-
746 rumah terendam
-
2.735,44 hektare sawah terdampak
-
84 titik longsor
-
31 akses jalan terdampak
-
2 orang meninggal dunia
Wilayah dengan dampak signifikan meliputi Kecamatan Mejobo, Kota Kudus, Jekulo, Undaan, Kaliwungu, Dawe, Jati, Gebog, Bae, dan sekitarnya.
Respons MDMC Kudus
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan, MDMC Kabupaten Kudus melakukan berbagai upaya respons, antara lain:
-
Operasi SAR evakuasi warga terdampak banjir di wilayah Jetis Kapuan atas permohonan BPBD Kabupaten Kudus.
-
Penugasan 1 personel SAR Muhammadiyah untuk Bantuan Kendali Operasi (BKO) di BPBD Kudus.
-
Pendirian Posko Darurat Bencana di Masjid Tuang, Kecamatan Kaliwungu, sebagai pusat koordinasi dan layanan darurat.
Personel dan Sarana
Dalam operasi ini, MDMC Kudus mengerahkan:
-
20 relawan respon, terdiri dari Relawan SAR Muhammadiyah, KOKAM PDPM Kudus, dan relawan gabungan.
-
2 unit perahu operasional untuk evakuasi banjir.
-
2 unit transportasi operasional untuk mobilisasi personel dan logistik.
MDMC Kudus terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kudus, pemerintah kecamatan, desa, serta unsur relawan lainnya untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari semangat “One Muhammadiyah One Response” dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tanggap, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sumber data: BPBD Kabupaten Kudus
Update: 14 Januari 2026 | 22.00 WIB
