Pengajian AUM PCM Kota Kudus Tancapkan Fondasi Islam dan Nilai Muhammadiyah di Sekolah

39

KUDUS – Guna memperdalam dan menyegarkan komitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kota Kudus menggelar pengajian rutin bagi keluarga besar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan. Pertemuan ilmiah yang digelar pada (9/1) ini dihadiri dengan penuh semangat oleh para pimpinan dan staf Pendidikan yang diselenggarakan rutin satu bulan sekali.

Membuka acara, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kota Kudus, Moh. Asrori, mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh Kepala Sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Beliau berharap silaturahmi dan pengajian ini dapat menyulut kembali semangat bersama dalam memajukan setiap sekolah dan madrasah di bawah naungan Muhammadiyah Kota Kudus. “Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai sumber energi untuk terus berkarya dan berinovasi demi keunggulan lembaga pendidikan kita,” ajak Asrori. Turut hadir dari SD Muhammadiyah 1 Kudus, SD Muhammadiyah Birrul Walidain, MI Muhammadiyah 1 Kudus, MI Muhammadiyah 2 Kudus, dan SMP Muhammadiyah 1 Kudus.

Sebagai narasumber, hadir K.H Nur Muslihan, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus. Dengan pemaparan yang mendalam, Kyai Nur Muslihan mengulas “Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)” sebagai kerangka utama. Penjelasannya menekankan aspek praktis, khususnya dalam konteks pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang efektif dan penuh berkah.

Inti materi yang dibahas mencakup: Pertama, integrasi keimanan dan akhlak karimah dalam seluruh proses pendidikan dan administrasi sekolah. Kedua, peran sekolah sebagai model lingkungan Islami yang mengedepankan keteladanan, integritas, dan kemandirian. Ketiga, prinsip profesionalitas (ihsan) dan amanah sebagai pondasi tak tergoyahkan dalam mengelola AUM, baik dalam hubungan internal maupun eksternal. Keempat, semangat jihad kontemporer diwujudkan melalui kerja tuntas, terobosan inovatif, dan komitmen menjadikan sekolah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan unggul dan berdaya saing.

Di penghujung acara, disampaikan seruan kepada seluruh peserta untuk memupuk rasa bangga dan tanggung jawab sejati sebagai pendidik Muhammadiyah. Menjadi guru di lingkungan persyarikatan ini bukanlah peran biasa, melainkan sebuah amanah dakwah.

“Setiap pendidik di sini adalah ujung tombak misi Muhammadiyah. Kontribusi nyata kita adalah melalui kinerja profesional di ruang kelas, keteladanan hidup, dan kesungguhan dalam membentuk generasi yang cerdas intelektual sekaligus kokoh jiwanya. Dengan cara itu, setiap amal usaha yang kita jalankan akan menjadi investasi abadi bagi kemajuan umat dan bangsa,” tegas Kyai Nur Muslihan menutup sesi.

Acara berakhir dengan doa dan tekad bulat untuk menerjemahkan nilai-nilai PHIWM dalam aksi nyata, mengukuhkan peran pendidikan Muhammadiyah Kota Kudus sebagai pencetak generasi unggul.

Kontributor : Jamaluddin kamal, M.Pd.

Facebook Comments