KUDUS (24/1/2026) – Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah secara resmi meluncurkan Dapur Makan Bergizi (MBM) ke-4 yang berlokasi di Undaan Tengah Gang 12, Kabupaten Kudus, Sabtu (24/1). Peresmian ini mempertegas komitmen Muhammadiyah dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat serta membangun sinergi keumatan yang inklusif.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Undaan Tengah Bapak Dedy Arisanto, Anggota Komisi B DPRD Bapak Budiyono, Koordinator Daerah (Korda) MBM PDM Kudus Bapak Ahmad Syafiq, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Undaan Bapak Khoirul Anam, serta perwakilan sekolah penerima manfaat dan para relawan.
Target 2.015 Penerima Manfaat
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Undaan Tengah, Sdr. Febi Apiliko Sanjaya, dalam sambutannya menyatakan bahwa dapur ini akan mulai beroperasi penuh pada Senin, 26 Januari 2026.
“Pada minggu pertama, target kami adalah 1.000 penerima manfaat. Kemudian akan ditingkatkan pada minggu kedua menjadi 2.015 penerima manfaat, yang mencakup peserta didik dan kelompok 3B (Bayi, Balita, dan Ibu Hamil/Menyusui),” jelas Febi. Ia juga berpesan kepada para relawan untuk senantiasa menjaga kekompakan dan harmoni selama operasional berlangsung.

Dukungan Pemerintah Desa untuk Generasi Emas 2045

Kepala Desa Undaan Tengah, Bapak Dedy Arisanto, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Muhammadiyah ini. Menurutnya, keberadaan dapur MBG sangat sejalan dengan program unggulan Presiden Prabowo dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.
“Kami dari pemerintah desa siap membantu jika ada kendala di lapangan. Koordinasi silakan terus dijalin. Pesan saya untuk relawan: bekerjalah dengan baik, penuh tanggung jawab, dan jujur,” tegas Dedy.
Kunci Keberhasilan: Sinergi dan Evaluasi
Ketua Korda MBM PDM Kudus, Bapak Ahmad Syafiq, menjelaskan bahwa ini merupakan dapur ke-4 yang dikelola di bawah naungan Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah di wilayah Kudus.
Menutup rangkaian acara, Nuruz Zaman selaku Korda MBM menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dalam pengelolaan SPPG.
“Jika kemudian hari ada kritik, tidak perlu takut. Itu adalah kesempatan untuk evaluasi. Kunci SPPG yang baik adalah sinergi antara pihak internal seperti staf dan relawan, pihak eksternal yakni penerima manfaat, serta peran aktif pemerintah desa,” tutur Nuruz Zaman.
Kontributor : Admin Korda MBM PDM Kudus