Mimutuku Melaksanakan Program Pengenalan Lingkungan

0
1138

muhkudus.id – Salah satu program pembelajaran di luar kelas bagi siswa kelas I dan kelas V MI Muhammadiyah 1 Kudus yaitu PPL (Program Pengenalan Lingkungan). Untuk tahun ini, kelas 1 berkesempatan untuk PPL di Wisata perkebunan Buah Naga AL Mawaddah yang dikemas dalam bentuk Edu Wisata serta berkunjung ke Perusahaan pemerahan Susu Sapi Sumber Segar. Sedangkan kelas V, belajar tentang lingkungan di Kampung Iklim Ngembal Rejo, Museum Purbakala Pati Ayam, dan MuMart.

Sabtu(25/3) 07.00 WIB siswa kelas I MI Muhammadiyah 1 Kudus berbaris di halaman sekolah untuk melaksanakan apel pemberangkatan PPL. Apel dipimpin langsung oleh bapak kepala Madrasah. Bapak Saiful Umam, selaku Kepala Madrasah berpesan agar siswa memperhatikan betul apa yang akan dipelajari ketika PPL.

Kunjungan pertama yaitu ke pemerahan susu sapi “Sumber Segar” Kaliwungu Kudus. Perusahaan yang dipimpin oleh Bapak Zaenal sampai saat ini telah memiliki sapi perah belasan ekor. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk diajak melihat tehnik pemerahan susu sapi dan pengolahan susu secara bergantian.

Perjalanan selanjutnya yaitu ke perkebunan buah naga Al Mawaddah Honggosoco. Kegiatan pertama, para siswa diajak untuk menonton bareng cerita education di ruangan terbuka. Setelah itu, siswa diarahkan menuju kolam besar untuk menangkap ikan sekaligus bermain air. Tak ketinggalan pula, siswa diajak melihat kebun buah naga yang sedang berbuah, dan melihat berbagai jenis warna buah naga. Siswa diperbolehkan untuk memetik langsung buah naga dan diperkenankan membawa bibit buah naga untuk ditanam di rumah masing-masing.

Siswa pulang dengan gembira, karena disamping mendapat ilmu, buah naga dan bibitnya, juga berhak mendapatkan hadiah bagi kelompok yang terbaik di akhir sesi.

Satu minggu berikutnya, Sabtu (01/4), siswa kelas V MI Muhammadiyah 1 Kudus berkunjung ke Kampung Iklim yang berada di dusun Kauman, desa Ngembal Rejo, kecamatan Bae Kudus. Dalam kesempatan ini, siswa kelas V diajak mengenal lingkungan lebih nyata di kampung yang pernah lolos dalam ajang perlombaan tingkat Nasional yang bertajuk Kampung Iklim pada tahun 2016 lalu. Kali ini, pihak POKMAS DUL BAHLIM (Kelompok Masyarakat Peduli Perubahan Iklim) bekerjasama dengan tim Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Arga Dahana Universitas Muria Kudus dan ibu-ibu dari paguyuban bank sampah Prima Ngembal Rejo.

Sebagai pemanasan, siswa diajak oleh TIM Mapala untuk senam ‘watermelon’ kemudian dilanjutkan dengan game sederhana. Selanjutnya, siswa dibagi menjadi 4 kelompok untuk melewati 4 pos yang sudah disiapkan oleh tim. Pada pos yang pertama, siswa diajari cara memakai pengaman permainan flying fox untuk kemudian diajak adu keberanian meluncur pada tali  flying fox.

Pada pos yang kedua, siswa diajari untuk mengolah limbah plastik bersama ibu-ibu dari paguyuban bank sampah Prima. Menurut Elis, koordinator paguyuban, sampah plastic tidak boleh dibakar karena gas CO2 yang dihasilkan dari pembakaran dapat menyebabkan pemanasan global. “Sampah plastik harus dimanfaatkan, salah satunya untuk membuat kerajinan tangan (handmade)” tutur beliau pada siswa-siswi. Beliau mengajari siswa bagaimana cara merangkai bungkus kopi menjadi sebuah tas, dompet, dan keterampilan lainnya.

Pada pos yang ketiga, siswa diajak mengenal komposter (praktek membuat kompos). Sebelumnya, kakak dari Mapala menjelaskan tentang macam sampah (organik dan anorganik)dan bagaimana cara pemilahannya. Setelah itu, para siswa diajari untuk menghancurkan sampah daun melalui mesin penghancur. Daun yang sudah hancur kemudian diberi tetes tebu dan larutan EM 4 agar sampah daun cepat membusuk. Proses selanjutnya, adonan tersebut didiamkan selama 3-7 hari dalam keadaan tertutup dan diaduk pada hari ketujuh. Proses tersebut diulang sampai 2-3 kali sehingga sampah daun benar-benar busuk dan siap dijadikan kompos.

Pada pos yang terakhir, siswa diajak untuk menanam bibit daun salam. Di pos inilah mereka diterangkan dan ditunjukkan macam-macam tumbuhan, kegunaan dan berbagai media tanamnya. Saat kakak tim menanyakan media apa saja yang bisa digunakan untuk menanam, ada salah satu siswa yang nyeletuk menjawab ‘”media sosial”. Sontak kakak dari Mapala tersebut tertawa lebar diringi gelak tawa satu kelompok siswa tersebut. Ada-ada saja.

Selain belajar lingkungan di kampung Iklim Ngembal Rejo, siswa kelas V juga berkunjung ke Museum Situs Purbakala Pati Ayam yang terletak di desa Terban Kecamatan Jekulo Kudus. Museum yang didirikan pada tahun 2012 tersebut saat ini telah memiliki koleksi sekitar 3.000 lebih berbagai jenis rangka dan tulang belulang manusia beserta hewan purba yang hidup pada 400.000 tahun silam. Manusia jenis Homo erectus dan gajah jenis Elephas namadicus adalah dua diantara penemuan di daerah yang terletak antara Gunung Patiayam dan Gunung Muria.

Setelah belajar lingkungan dan belajar sejarah, mobil angkutan siswa kelas V langsung melaju ke arah barat untuk kemudian memasuki Jalan Ganesha No. 1 Purwosari. Para siswa kemudian turun di MuMart untuk berbelanja. Dari pihak wali kelas V, siswa diminta untuk membeli satu makanan wajib yaitu kue makanan Doraemon, Dorayaki. Setelah itu, siswa boleh berbelanja sesuai kebutuhannya.

Siswa sampai di madrasah pukul 14.30 WIB dengan membawa gelas aqua yang berisi bibit daun salam. Keriangan mereka bertambah ketika mereka mengetahui bahwa orangtuanya telah menjemput dengan senyuman dan menunggu cerita tentang PPL hari itu. (novi-mimutuku / mpi kudus)

Facebook Comments