Muhammadiyahkudus, KUDUS — Semangat kemerdekaan mewarnai halaman MI Muhammadiyah Al Tanbih pada Senin (17/8/2026). Sekitar 500 siswa mengikuti upacara bendera untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan penuh khidmat.

Rangkaian upacara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Suasana semakin khidmat saat prosesi pengibaran bendera Merah Putih berlangsung. Setelah itu, peserta mengikuti pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan dan Undang-Undang Dasar 1945.
Memasuki agenda utama, Ust. Suyanto, S.Ag., M.Pd.I., selaku Kepala MI Muhammadiyah Al Tanbih, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat kepada seluruh peserta.
Empat Pilar untuk Menjaga NKRI
Pertama, rajin belajar dan mengaji. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri melalui pendidikan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Kedua, berakhlak mulia dan disiplin. Ilmu yang dimiliki harus diiringi dengan akhlak yang baik serta kedisiplinan dalam menjalankan tanggung jawab sehari-hari.
Ketiga, cinta sesama dan menjaga persatuan. Para siswa diajak untuk saling menghargai, menyayangi, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Persatuan, menurutnya, menjadi kekuatan penting dalam mempertahankan keutuhan bangsa.
Keempat, cinta Allah dan tanah air. Kecintaan kepada Indonesia perlu berjalan seiring dengan kecintaan kepada Allah SWT. Nilai keimanan diharapkan dapat menjadi landasan bagi siswa dalam menjalankan kehidupan sebagai generasi penerus bangsa.
“Rajin belajar dan mengaji, berakhlak mulia dan disiplin, cinta sesama dan menjaga persatuan, serta cinta Allah dan tanah air,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam amanat upacara.
Setelah amanat pembina upacara, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu wajib nasional. Seluruh peserta kemudian mengikuti doa bersama sebelum upacara ditutup.
Peringatan HUT RI ke-81 di MI Muhammadiyah Al Tanbih menjadi momentum untuk menanamkan semangat nasionalisme sekaligus membangun karakter religius para siswa.
Kontributor : Dian Amalia, S.Pd. (Guru Mi Muhammadiyah Al Tanbih)