Kudus – Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2 PP Muhammadiyah) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah Zona 2 (Karesidenan Pati) pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Pesantren Muhammadiyah Kudus.
Kegiatan ini dihadiri Majlis Dikdasmen dan PNF dan diikuti oleh pimpinan serta pengelola Pesantren Muhammadiyah se-Karesidenan Pati sebagai upaya peningkatan mutu tata kelola pesantren, penguatan kebijakan, serta persiapan akreditasi Pesantren Muhammadiyah (PesantrenMu).

“Kami merasa terhormat dan bersyukur Pesantren Muhammadiyah Kudus dipercaya menjadi tuan rumah pembinaan ini. Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat tata kelola, mutu pendidikan, serta kesiapan pesantren dalam menghadapi tantangan dan tuntutan akreditasi,” ujar H. Nadhif.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana berbagi praktik baik antar pesantren Muhammadiyah.
“Melalui forum ini, kami berharap terjadi sharing pengalaman dan penguatan jejaring antar pesantren Muhammadiyah sehingga dapat saling belajar dan berkembang bersama,” tambahnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Dr. H. Maskuri, M.Ed. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kesungguhan pengelola pesantren dalam meningkatkan kualitas kelembagaan.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah Bidang Pesantren menekankan pentingnya sinergi antara pesantren dan persyarikatan.
“Pesantren Muhammadiyah adalah pilar kaderisasi dan dakwah Persyarikatan. Karena itu, pengelolaannya harus selaras dengan kebijakan PWM dan LP2 di semua tingkatan,” tuturnya.
Memasuki sesi materi, Agustyani Ernawati, M.Pd. menjelaskan secara detail instrumen akreditasi PesantrenMu. Menurutnya, kesiapan dokumen dan kesesuaian praktik di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan akreditasi.
“Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi refleksi dari mutu pengelolaan dan layanan pendidikan pesantren secara menyeluruh,” jelas Agustyani.
Pada sesi berikutnya, Dr. H. Muhibb Abdul Wahab, M.A. menyampaikan pentingnya standar kurikulum ilmu alat sebagai ciri khas pesantren.
“Kurikulum ilmu alat harus disusun secara sistematis agar santri memiliki dasar keilmuan yang kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
“LP2 PP Muhammadiyah tidak hanya melakukan pembinaan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar Pesantren Muhammadiyah tumbuh unggul, berkemajuan, dan berkarakter,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Pesantren Muhammadiyah di wilayah Karesidenan Pati semakin siap dalam meningkatkan mutu pengelolaan, kepengasuhan santri, serta penguatan identitas keislaman dan kemuhammadiyahan.