Kurangnya Kader Jadi Sorotan

0
517

mg_2715-1024x683KUDUS – Setelah menggelar Sholat Gerhana berjamaah, Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah Kudus periode Muktamar ke-47 berlanjut dengan sidang pleno.

Dalam sidang pleno tersebut, berisi tanggapan masing-masing ortom Muhammadiyah Kudus. Mulai dari Pemuda Muhammadiyah, NA (Nasyiatul Aisyiyah), IMM (Ikatan mahasiswa Muhammadiyah), PD IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci.

Hampir setiap ortom mengeluhkan tentang kurangnya kader di masa depan. Saat ini banyak pemuda dan dan remaja yang enggan mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi di ortom Muhammadiyah. ”Untuk itu kami berharap PDM bisa mewajibkan semua warga Muhammadiyah Kudus untuk mengharuskan keluarganya menjadi kader di persyarikatan. Tujuannya, agar Pemuda Muhammadiyah siap terjun dikerasnya kehidupan bermasyarakat,” terang Agung Widodo, perwakilan dari Pemuda Muhammadiyah Kudus.

Hal itu juga dikatakan NA. Purwati, perwakilan dari NA saat membacakan tanggapannya, permasalahan yang terjadi di NA saat ini soal kaderisasi. Banyak dari warga Muhammadiyah yang kurang aktif dalam mengikuti NA.

”Maka dari itu, kami juga berharap sama dengan Pemuda Muhammadiyah, keluarga Muhammadiyah mewajibkan istri dan putrinya mengikuti NA,” katanya.

NA, lanjut Purwati, untuk tunas usia 12-17 tahun. Untuk kaderisasi usia 18-40 tahun. ”Di sini juga ada masalah lagi, yakni banyak yang semula anggota Nasyiatul Aisyiyah, karena telah menikah, akhirnya berpindah haluan ke Aisyiyah dan keluar dari NA,” jelasnya.

Inilah yang menjadi beberapa kendala yang dihadapi ortom saat ini. Dari PD IPM juga beranggapan,bahwa para pelajar Muhammadiyah kurang berminat menjadi anggota IPM. ”Kami berharap PDM sering-sering membantu IPM dalam semua bidang, baik membantu saran dan keuangan,” harap Hafid Saifudin, perwakilan PD IPM Kudus. (media center/silmi)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*