Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah menggelar agenda Muskerwil II periode Muktamar ke-XIV (2022-2026) pada tanggal 7-8 Februari 2026 di Gedung BBPMP, Srondol, Jawa Tengah.
Agenda tersebut merupakan merupakan forum pertemuan resmi tingkat wilayah yang diadakan oleh PWNA Jawa Tengah untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan dan merencanakan kebijakan strategis selanjutnya. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah se-Jawa Tengah dan perwakilan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah se-Jawa Tengah.
Pembukaan Muskerwil II yang mengusung tema “Penguatan Peran Perempuan Muda dalam Ekologi Berkeadaban” juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, diantaranya Plt. Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Pradhana Agung Nugraha, S.STP, M.M., ketua PWM Jawa Tengah, Drs H.Wahyudi, M.Pd, Ketua Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari, M.Pd dan Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, M.Pd.
Adapun PDNA Kudus, diwakili oleh Yunda Nailis Sa’adah, S.Pd.I selaku Ketua PDNA Kudus, Yunda Diah Indrawati, S.Pd.I selaku wakabid Pusat Informasi dan Teknologi (Pusintek), Yunda Hidayatul Fauziah selaku anggota Departemen Kader, dan Yunda Novi Hidayati Noor Rumayani, S.Pd.I, Ketua PCNA Kota selaku perwakilan PCNA.

Dalam sambutannya, Monica menegaskan bahwa PWNA Jawa Tengah berkomitmen melakukan akselerasi gerakan ekologi melalui program unggulan: Ibu Jaga Bumi. “Sebagai organisasi perempuan muda, kita memiliki konsep strategis yaitu Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah. Keluarga tangguh bukan hanya keluarga yang mapan secara ekonomi atau sehat secara fisik, tetapi keluarga yang sadar lingkungan”
Melalui tagline “Nasyiah Berdaya, Alam Terjaga“, Monica mengajak seluruh pimpinan daerah hingga cabang untuk melakukan “hijrah ekologis”. Beliau menginginkan kepemimpinan perempuan muda Jawa Tengah adalah kepemimpinan yang berwawasan lingkungan. Karena dengan memberdayakan perempuan, Alam akan Terjaga. Hal ini bisa dimulai dari hal kecil dan sederhana, missal dengan memilah sampah organic, anorganik, dan B3 hasil limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat seperti kompos dan eco-enzym. Selain itu, best practice lainnya Adalah dengan pemanfaatan pekarangan untuk kebun gizi keluarga, hingga membentuk komunitas Perempuan berdaya dan berkelanjutan.
Dalam sidang pleno muskerwil 2, penyampaian rogress report tiap PDNA menjadi salah satu agenda penting sebagai Upaya evaluasi dan konsolidasi organisasi. Nailis Sa’adah, ketua PDNA Kudus menyampaikan apresiasi atas kinerja PWNA Jateng yang sat set dalam menjalankan program dan menjadi inspirasi bagi Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang di bawahnya.
Sebagai refleksi muskerwil 2, PDNA Kudus berharap bisa mengembangkan kolaborasi dan Kerjasama lintas sektor, mem-follow up Kembali digitalisasi dakwah dan mengupayakan pemberdayaan ekonomi bagi kader Nasyiah di Kudus. Agar sesuai jargon terpilih, PDNA Kudus SEMARAK, SEnyum ramah tamah, MAju mandiri Berdikari dan merangkul iada jaRAK.
Penulis : Novi Hidayati NR. (Ketua PCNA Kota/Anggota Departemen Advokasi dan Kebijakan Publik PDNA Kudus)