<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bulletin Arsip - Muhammadiyah Kudus</title>
	<atom:link href="https://www.kudusmu.id/category/bulletin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kudusmu.id/category/bulletin/</link>
	<description>Gerakan Islam Berkemajuan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Oct 2025 06:13:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/cropped-icon-muhorid-1-150x150.jpg</url>
	<title>Bulletin Arsip - Muhammadiyah Kudus</title>
	<link>https://www.kudusmu.id/category/bulletin/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hukum menerima kembali sang istri setelah di duga melakukan Zina</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/hukum-menerima-kembali-sang-istri-setelah-di-duga-melakukan-zina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 03:13:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bulletin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=5505</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum.. Bismillahirrahmanirrahim. اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ,  وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ Sahabat muhammadiyah rahimakumullah pada kesempaat hari ini kami dari Majelis tarjih Muhammadiyah Kab Kudus membagikan hasil fatwa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/hukum-menerima-kembali-sang-istri-setelah-di-duga-melakukan-zina/">Hukum menerima kembali sang istri setelah di duga melakukan Zina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum..</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim.</p>
<h3>اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ,  وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ</h3>
<p>Sahabat muhammadiyah rahimakumullah pada kesempaat hari ini kami dari Majelis tarjih Muhammadiyah Kab Kudus membagikan hasil fatwa Tarjih tentang Hukum Menerima Kembali Istri yang diduga melakukan perzinahan.</p>
<p>Ada pertanyaan dari sepasang suami istri, suami asal Semarang dan istri dari Kebumen, suatu hari istri meninggal kan suami pulang kampung ke kebumen tanpa ijin suami. Dalam masa terpisah sang istri menjalin hubungan lawan jenis dg teman SMP ( apakah kumpul kebo&#8230;?) Setelah berlangsung 8 bulan sang istri ingin kembali dg suaminya. Bagaimana hukum sang suami menerima kembali istrinya&#8230;? Apakah hubungan mereka untuk terjalin kembali sebagai pasangan suami istri perlu menikah lagi&#8230;?(Dikhawatirkan perzinaan)</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Pertanyaan saudara akan kami bagi menjadi 3 bagian.</p>
<ol>
<li>Istri yang pergi tanpa ijin suami</li>
<li>Istri yang menjalin hubungan lawan jenis dengan orang lain yang dimungkinkan kumpul kebo</li>
<li>Status pernikahan dari kejadian Pertama, istri yang pergi tanpa ijin suami.</li>
</ol>
<p>Islam mengajarkan bahwa sepasang suami istri memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Kewajiban istri adalah harus taat kepada suaminya serta menjaga dirinya ketika suami tidak ada. Dan menjadi kewajiban suami adalah menjaga kemuliaan dan kehormataan istri. Dalam hal ini, suami diberi hak sekaligus tugas untuk melindungi, mengayomi, mengurusi, dan mengupayakan kemaslahatan keluarga. Bentuk perlindungan suami adalah melalui ijin keluar rumah. Istri diperintahkan untuk meminta ijin kepada suami disaat akan keluar rumah.</p>
<h3>وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى</h3>
<p>Artinya: Tetaplah (tinggal) di rumahmu dan janganlah berhias/berdandan (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. (Q.S. Al Ahzab: 33)</p>
<h3>اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗوَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا ٣٤</h3>
<p>Artinya: Suami adalah penanggung jawab atas istri karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka). (Q.S. An Nisa: 34)</p>
<p>Keluarnya istri tanpa ijin suami merupakan salah satu tindakan nusyuz (kedurhakaan).</p>
<h3>وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعُِنَّظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْه</h3>
<p>Artinya: Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, berilah mereka nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu,) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan. (Q.S. An Nisa: 34)</p>
<p>Konsekuensi dari tindakan ini adalah dosa, kehilangan nafkah, hilangnya rasa hormat dan cinta suami, bahkan kehilangan hak asuh anak jika terjadi perceraian.</p>
<p>Kedua, tindakan istri yang menjalin hubungan lawan jenis dengan teman SMP nya perlu adanya kepastian tentang apakah istri sampai melakukan hubungan fisik seksual atau tidak. Islam mengajarkan kepada kita untuk tidak mudah menuduh perbuatan zina kepada seseorang. Diperlukan syarat khusus agar bisa menjatuhkan tuduhan zina. Jika syarat tidak terpenuhi dan telah melakukan tuduhan zina maka hal ini disebut sebagai Qadzaf yang merupakan dosa besar.</p>
<p>Disisi lain, istri punya hak untuk diam atau menjelaskan secara jujur tentang apa saja yang terjadi selama 8 bulan itu. Jika istri memilih diam serta tidak ada bukti dan saksi atas perbuatan zina istri maka tidak bisa diputuskan (dihukumi) sebagai zina. Dan jika istri mengaku telah berbuat zina maka dia diputuskan telah berbuat zina. Dalam fikih, zina ditetapkan berdasarkan pengakuan diri sendiri dan kesaksian orang lain. Pengakuan atau mengakui secara sadar bahwa dirinya sendiri telah berbuat zina merupakan dasar utama bagi penetapan hukuman. Para ulama tidak berselisih tentang kekuatan pengakuan diri sendiri sebagai dasar pengambilan putusan.</p>
<h3>عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَسْلَمَ أَتىَ النَّبِيَّ صَلَّى الَُّلّ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ إِنَّهُ قَدْ زَنىَ فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَتَنَحَّى لِشِ قِهِ الَّذِي أَعْرَضَ فَشَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ فَدَعَاهُ فَقَالَ هَلْ بِكَ جُنُونٌ هَلْ أَحْصَنْتَ قَالَ نَعَمْ فَأَمَرَ بِهِ أَنْ يُرْجَمَ بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا أَذْلَقَتْهُ الِْحجَارَةُ جَمَزَ حَتَّى أُدْرِكَ بِالْحرََّةِ فَقُتِلَ</h3>
<h1><span style="color: #222222; font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'Open Sans', 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 15px;">Artinya: dari Jabir bahwa seorang laki-laki dari Bani Aslam mendatangi Nabi saw yang saat itu sedang berada di dalam Masjid. Laki-laki itu mengatakan bahwa ia telah berzina, namun beliau berpaling darinya. Maka laki-laki itu menghadap ke arah wajah beliau seraya bersaksi atas dirinya dengan empat orang saksi. Akhirnya beliau memanggil laki-laki itu dan bertanya: &#8220;Apakah kamu memiliki penyakit gila?&#8221; ia menjawab, &#8220;Tidak.&#8221; Beliau bertanya lagi: &#8220;Apakah kamu telah menikah?&#8221; ia menjawab, &#8220;Ya.&#8221; Akhirnya beliau memerintahkan untuk merajamnya di lapangan luas. Dan ketika lemparan batu telah mengenainya, ia berlari hingga ditangkap dan dirajam kembali hingga meninggal. (H.R. Al Bukhari 4865)</span></h1>
<p>Adapun konsekuensi yang didapatkan istri yang berzina adalah dosa besar, hilangnnya kehormatan, dan hak suami untuk mengajukan cerai.</p>
<p>Dalam Kompilasi Hukum Islam Buku 1 Hukum perkawinan pasal 116 disebutkan: Perceraian dapat terjadi karena alasan:</p>
<ol>
<li>Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;</li>
<li>Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain dluar kemampuannya;</li>
</ol>
<p>Ketiga, status pernikahan setelah kejadian diatas adalah tetap (tidak sertamerta bercerai). Perceraian terjadi ketika suami istri telah melalui proses perceraian baik secara agama maupun melalui pengadilan agama dengan bukti dan saksi yang kuat.</p>
<p>Jika istri telah kembali ke suami dan bertaubat dari tindakannya maka suami bisa menerima kembali istri dan tidak menyusahkan urusannya. Disisi lain suami memiliki hak untuk melanjutkan atau</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>memutuskan pernikahannya. Suami juga perlu mempertimbangkan dampak sosial dan psikologis yang akan didapatkan dirinya, istri, anak-anak serta orang tua.</p>
<h3>فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا</h3>
<p>Artinya: Jika istri menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (Q.S. An Nisa: 34)</p>
<h3>وَبُعُوْلَتُهُنَّ اَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِيْ ذٰلِكَ اِنْ اَرَادُوْٓا اِصْلَاحًا</h3>
<p>Artinya: Suami-suami mereka lebih berhak untuk kembali (rujuk) kepada istri mereka, jika mereka menghendaki perbaikan. (Q.S. Al Baqarah: 228)</p>
<p>Jika pernikahan tetap dilanjutkan, maka suami perlu menunggu 1 kali haid dan suci untuk ‘menyentuh’ istrinya kembali. Hal ini sebagai upaya mencegah dari keraguan adanya keturunan yang ada setelah tindakan zina yang telah dilakukan.</p>
<h5>Penulis : Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kudus</h5>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/hukum-menerima-kembali-sang-istri-setelah-di-duga-melakukan-zina/">Hukum menerima kembali sang istri setelah di duga melakukan Zina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makna Filosofis di Balik Motif Batik: Lebih dari Sekadar Kain</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/makna-filosofis-di-balik-motif-batik-lebih-dari-sekadar-kain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 00:58:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bulletin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=5310</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari Batik Nasional, yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober, bukan hanya tentang mengenakan batik sebagai bentuk kebanggaan budaya. Lebih dari itu, batik adalah karya seni yang sarat makna sehelai kain yang merekam sejarah, nilai-nilai hidup, hingga filosofi luhur masyarakat Indonesia. Di balik keindahan motifnya, batik menyimpan pesan-pesan yang mendalam. Setiap guratan motif bukan sekadar estetika, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/makna-filosofis-di-balik-motif-batik-lebih-dari-sekadar-kain/">Makna Filosofis di Balik Motif Batik: Lebih dari Sekadar Kain</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hari Batik Nasional</strong>, yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober, bukan hanya tentang mengenakan batik sebagai bentuk kebanggaan budaya. Lebih dari itu, batik adalah karya seni yang sarat makna sehelai kain yang merekam sejarah, nilai-nilai hidup, hingga filosofi luhur masyarakat Indonesia.</p>
<p>Di balik keindahan motifnya, batik menyimpan pesan-pesan yang mendalam. Setiap guratan motif bukan sekadar estetika, tetapi cerminan dari jati diri, harapan, bahkan doa sang pembuatnya.</p>
<h3><strong><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-5312 alignleft" src="https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/Fondo-Virtual-para-Zoom-Reunion-Online-Moderno-Rosa-y-Blanco-2-240x300.png" alt="" width="240" height="300" srcset="https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/Fondo-Virtual-para-Zoom-Reunion-Online-Moderno-Rosa-y-Blanco-2-240x300.png 240w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/Fondo-Virtual-para-Zoom-Reunion-Online-Moderno-Rosa-y-Blanco-2-819x1024.png 819w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/Fondo-Virtual-para-Zoom-Reunion-Online-Moderno-Rosa-y-Blanco-2-768x960.png 768w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/Fondo-Virtual-para-Zoom-Reunion-Online-Moderno-Rosa-y-Blanco-2-336x420.png 336w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/Fondo-Virtual-para-Zoom-Reunion-Online-Moderno-Rosa-y-Blanco-2-696x870.png 696w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/Fondo-Virtual-para-Zoom-Reunion-Online-Moderno-Rosa-y-Blanco-2-1068x1335.png 1068w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/Fondo-Virtual-para-Zoom-Reunion-Online-Moderno-Rosa-y-Blanco-2.png 1080w" sizes="(max-width: 240px) 100vw, 240px" />1. Parang: Simbol Keteguhan dan Perjuangan</strong></h3>
<p>Motif <strong>Parang</strong>, salah satu motif tertua dalam batik klasik, berbentuk seperti ombak yang terus mengalir. Kata &#8220;parang&#8221; berasal dari kata &#8220;pereng&#8221; yang berarti lereng. Motif ini melambangkan <strong>semangat pantang menyerah</strong>, <strong>konsistensi</strong>, dan <strong>kekuatan moral</strong>.</p>
<p>Dulu, motif ini hanya boleh dikenakan oleh kalangan bangsawan Keraton karena dianggap mencerminkan <strong>jiwa ksatria</strong> dan kekuasaan (Widiyastuti, 2020).</p>
<h3><strong>2. Kawung: Keseimbangan dan Kejernihan Hati</strong></h3>
<p>Motif <strong>Kawung</strong> menyerupai irisan buah kawung (aren) dalam pola simetris. Motif ini menyimbolkan <strong>kesucian</strong>, <strong>pengendalian diri</strong>, dan <strong>keseimbangan antara kehidupan dunia dan spiritual</strong>. Ia juga dikenal sebagai simbol keabadian dan harapan akan kebijaksanaan (Kemdikbud, 2021).</p>
<h3><strong>3. Truntum: Cinta yang Tumbuh Kembali</strong></h3>
<p>Diciptakan oleh <strong>Kanjeng Ratu Kencana</strong>, istri Sunan Pakubuwana III, motif <strong>Truntum</strong> memiliki makna &#8220;tumaruntum&#8221; atau &#8220;tumbuh kembali&#8221;. Ia mencerminkan <strong>cinta tulus, tanpa syarat</strong>, serta <strong>ketulusan dalam mendampingi</strong>, seperti cinta orang tua kepada anak (Batik Giriloyo, 2023).</p>
<h3><strong>4. Mega Mendung: Kedamaian dalam Badai</strong></h3>
<p>Berasal dari Cirebon dan terinspirasi dari budaya Tionghoa, <strong>Mega Mendung</strong> menggambarkan awan bergelombang berwarna biru atau merah. Warna biru menggambarkan <strong>ketenangan</strong>, sedangkan bentuk awan melambangkan <strong>kemampuan mengendalikan emosi dan amarah</strong> (UNESCO, 2009).</p>
<h3><strong>Batik: Warisan, Doa, dan Jati Diri</strong></h3>
<p>Membaca batik sama halnya dengan membaca nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun temurun. Setiap motif adalah pesan, dan setiap pesan adalah pengingat tentang <strong>siapa kita dan dari mana kita berasal</strong>.</p>
<p>Di Hari Batik Nasional ini, mari kita tidak hanya mengenakan batik, tapi juga <strong>memaknai</strong> dan <strong>menghidupkan kembali filosofi-filosofi</strong> yang terkandung di dalamnya — sebagai bagian dari kehidupan modern yang tetap membumi.</p>
<h3 data-start="2405" data-end="2473"><strong data-start="2409" data-end="2473">Muhammadiyah: Menjadikan Batik sebagai Identitas dan Warisan</strong></h3>
<p data-start="2475" data-end="2824"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-5315 alignleft" src="https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/c56cca477f37742061e4beeb270ebd8a.png_960x960q80.png_-300x280.webp" alt="" width="300" height="280" srcset="https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/c56cca477f37742061e4beeb270ebd8a.png_960x960q80.png_-300x280.webp 300w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/c56cca477f37742061e4beeb270ebd8a.png_960x960q80.png_-768x717.webp 768w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/c56cca477f37742061e4beeb270ebd8a.png_960x960q80.png_-450x420.webp 450w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/c56cca477f37742061e4beeb270ebd8a.png_960x960q80.png_-696x650.webp 696w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/10/c56cca477f37742061e4beeb270ebd8a.png_960x960q80.png_.webp 960w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Tak banyak yang tahu bahwa organisasi Islam besar seperti <strong data-start="2533" data-end="2549">Muhammadiyah</strong> juga berperan aktif dalam pelestarian batik. Melalui produksi <strong data-start="2612" data-end="2639">batik khas Muhammadiyah</strong> yang digunakan dalam <strong data-start="2661" data-end="2720">seragam sekolah, universitas, hingga atribut organisasi</strong>, Muhammadiyah ikut menjaga warisan budaya sekaligus menyelaraskan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal.</p>
<p data-start="2826" data-end="3077">Batik Muhammadiyah umumnya mengusung motif sederhana dengan filosofi Islami yang menyatu dengan gaya modern. Ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak harus bertentangan dengan nilai keagamaan, bahkan bisa menjadi bagian dari dakwah kebudayaan.</p>
<p data-start="3079" data-end="3345"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-5259 alignleft" src="https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-26-at-17.01.13-300x169.jpeg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-26-at-17.01.13-300x169.jpeg 300w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-26-at-17.01.13-1024x576.jpeg 1024w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-26-at-17.01.13-768x432.jpeg 768w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-26-at-17.01.13-747x420.jpeg 747w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-26-at-17.01.13-696x392.jpeg 696w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-26-at-17.01.13-1068x601.jpeg 1068w, https://www.kudusmu.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-26-at-17.01.13.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Melalui penggunaan batik dalam kehidupan organisasi — mulai dari <strong data-start="3144" data-end="3222">seragam siswa, dosen, guru, kader, hingga pimpinan amal usaha Muhammadiyah</strong> — organisasi ini memperlihatkan bahwa batik bisa menjadi <strong data-start="3280" data-end="3310">bagian dari jati diri umat</strong>, bukan sekadar pakaian seremonial.</p>
<h2><strong>Referensi:</strong></h2>
<p>Widiyastuti, E. (2020). <em>Filosofi Batik Klasik Jawa</em>. Yogyakarta: Penerbit Ombak.Kemdikbud. (2021). &#8220;Makna Motif Batik Tradisional.&#8221; <a href="https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/">https://kebudayaan.kemdikbud.go.id</a>Batik Giriloyo. (2023). “Sejarah dan Filosofi Motif Truntum.” <a href="https://batikgiriloyo.com/">https://batikgiriloyo.com</a>UNESCO. (2009). <em>Indonesian Batik – Intangible Cultural Heritage.</em> <a href="https://ich.unesco.org/en/RL/indonesian-batik-00170">https://ich.unesco.org/en/RL/indonesian-batik-00170  </a>Suara Muhammadiyah. (2022). &#8220;Batik Muhammadiyah: Perpaduan Nilai Budaya dan Dakwah.&#8221; <a class="decorated-link cursor-pointer" target="_new" rel="noopener" data-start="4468" data-end="4528">https://suaramuhammadiyah.id</a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/makna-filosofis-di-balik-motif-batik-lebih-dari-sekadar-kain/">Makna Filosofis di Balik Motif Batik: Lebih dari Sekadar Kain</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Niat, Fondasi Amal dalam Islam”  (Kajian Singkat Hadis Arbain An-Nawawi No. 1)</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/niat-fondasi-amal-dalam-islam-kajian-singkat-hadis-arbain-an-nawawi-no-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 06:05:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bulletin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=5288</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ Dari Amirul Mukminin [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/niat-fondasi-amal-dalam-islam-kajian-singkat-hadis-arbain-an-nawawi-no-1/">“Niat, Fondasi Amal dalam Islam”  (Kajian Singkat Hadis Arbain An-Nawawi No. 1)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p class="has-text-align-right">عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ</p>
<p>Dari Amirul Mukminin Abu Hafsin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: <em>Sesungguhnya semua amal tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Maka, barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju. </em>(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<h3 data-start="699" data-end="724"> Penjelasan Singkat</h3>
<p data-start="726" data-end="1021">Hadis ini merupakan <strong data-start="746" data-end="794">hadis pertama dalam kitab &#8220;</strong><em>Arbain An-Nawawi</em><strong data-start="746" data-end="794">&#8220;</strong> dan dipilih oleh Imam An-Nawawi karena kedudukannya yang sangat penting dalam Islam. Ulama bahkan mengatakan bahwa <strong data-start="910" data-end="948">hadis ini mencakup sepertiga agama</strong>, karena menyangkut <strong data-start="968" data-end="988">niat (<em>al-niyyah</em>)</strong>—fondasi utama dalam setiap amal.</p>
<h3 data-start="1028" data-end="1056"><strong> Makna Niat dalam Islam</strong></h3>
<p data-start="1058" data-end="1203">Niat bukan sekadar ucapan di lisan, tapi adalah <strong data-start="1106" data-end="1135">keinginan hati yang tulus</strong> dalam melakukan suatu amal. Dalam Islam, niat berperan besar dalam:</p>
<ul data-start="1204" data-end="1437">
<li data-start="1204" data-end="1261">
<p data-start="1206" data-end="1261"><strong data-start="1206" data-end="1231">Menentukan nilai amal</strong> (apakah diterima atau tidak),</p>
</li>
<li data-start="1262" data-end="1332">
<p data-start="1264" data-end="1332"><strong data-start="1264" data-end="1289">Membedakan jenis amal</strong> (misalnya antara shalat wajib dan sunnah),</p>
</li>
<li data-start="1333" data-end="1437">
<p data-start="1335" data-end="1437"><strong data-start="1335" data-end="1377">Membedakan ibadah dan adat (kebiasaan)</strong>, seperti makan karena lapar atau makan agar kuat beribadah.</p>
</li>
</ul>
<h3 data-start="1444" data-end="1483"> Pelajaran Penting dari Hadis Ini</h3>
<h4 data-start="1485" data-end="1528">1. <strong data-start="1493" data-end="1528">Setiap Amal Harus Disertai Niat</strong></h4>
<p data-start="1529" data-end="1702">Tanpa niat, amal tidak bernilai di sisi Allah. Misalnya, orang yang shalat tanpa niat karena Allah, shalatnya bisa tidak sah secara syariat, dan tentu tidak bernilai ibadah.</p>
<h4 data-start="1704" data-end="1739">2. <strong data-start="1712" data-end="1739">Niat Menentukan Balasan</strong></h4>
<p data-start="1740" data-end="1825">Dua orang bisa melakukan hal yang sama, tapi mendapatkan pahala yang berbeda. Contoh:</p>
<ul data-start="1826" data-end="1963">
<li data-start="1826" data-end="1963">
<p data-start="1828" data-end="1963">Dua orang memberi sedekah. Yang satu ikhlas karena Allah, yang satu ingin dipuji. Maka hanya yang pertama yang akan mendapatkan pahala.</p>
</li>
</ul>
<h4 data-start="1965" data-end="2000">3. <strong data-start="1973" data-end="2000">Niat Adalah Ibadah Hati</strong></h4>
<p data-start="2001" data-end="2171">Niat tidak perlu diucapkan, karena letaknya di dalam hati. Rasulullah dan para sahabat tidak mengucapkan niat secara lisan dalam ibadah seperti shalat, puasa, atau wudhu.</p>
<h4 data-start="2173" data-end="2228">4. <strong data-start="2181" data-end="2228">Niat Bisa Mengubah Hal Biasa Menjadi Ibadah</strong></h4>
<p data-start="2229" data-end="2295">Dengan niat yang benar, hal-hal duniawi bisa jadi ibadah. Seperti:</p>
<ul data-start="2296" data-end="2421">
<li data-start="2296" data-end="2361">
<p data-start="2298" data-end="2361">Tidur diniatkan untuk menjaga kesehatan agar bisa bangun malam,</p>
</li>
<li data-start="2362" data-end="2421">
<p data-start="2364" data-end="2421">Bekerja untuk menafkahi keluarga dan menjauhi yang haram.</p>
</li>
</ul>
<h3 data-start="2428" data-end="2466"> Contoh Aplikasi dalam Kehidupan</h3>
<ol data-start="2468" data-end="2894">
<li data-start="2468" data-end="2607">
<p data-start="2470" data-end="2607"><strong data-start="2472" data-end="2483">Belajar</strong>: Jika diniatkan untuk mencari ilmu agar bisa mengamalkannya dan bermanfaat bagi orang lain, maka belajarnya menjadi ibadah.</p>
</li>
<li data-start="2608" data-end="2736">
<p data-start="2610" data-end="2736"><strong data-start="2612" data-end="2635">Menolong Orang Lain</strong>: Jika dilakukan dengan niat karena Allah, bukan demi popularitas, maka nilainya besar di sisi Allah.</p>
</li>
<li data-start="2737" data-end="2894">
<p data-start="2739" data-end="2894"><strong data-start="2741" data-end="2787">Menjadi Ibu Rumah Tangga atau Ayah Bekerja</strong>: Jika diniatkan sebagai bentuk tanggung jawab yang Allah perintahkan, maka setiap aktivitas pun berpahala.</p>
</li>
</ol>
<h3 data-start="2901" data-end="2942">Penutup: Niat Kecil, Dampak Besar</h3>
<p data-start="2944" data-end="3200">Hadis ini mengajarkan bahwa amal tidak hanya dinilai dari besar atau kecilnya, tapi dari <strong data-start="3033" data-end="3047">keikhlasan</strong> dan <strong data-start="3052" data-end="3067">tujuan hati</strong> di baliknya. Seorang Muslim harus senantiasa <strong data-start="3113" data-end="3132">meluruskan niat</strong>, tidak hanya saat memulai amal, tapi juga di tengah dan akhir amal.</p>
<blockquote data-start="3202" data-end="3265">
<p data-start="3204" data-end="3265">“Perbaiki niatmu, maka Allah akan memperbaiki jalan hidupmu.”</p>
</blockquote>
<p data-start="3267" data-end="3386">Mari jadikan niat sebagai teman setia dalam setiap langkah kita, agar hidup ini selalu bernilai ibadah di sisi Allah ﷻ.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/niat-fondasi-amal-dalam-islam-kajian-singkat-hadis-arbain-an-nawawi-no-1/">“Niat, Fondasi Amal dalam Islam”  (Kajian Singkat Hadis Arbain An-Nawawi No. 1)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masjid: Bukan Hanya Tempat Shalat</title>
		<link>https://www.kudusmu.id/masjid-bukan-hanya-tempat-shalat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammadiyah Kudus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 02:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bulletin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kudusmu.id/?p=5285</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masjid: Bukan Hanya Tempat Shalat Masjid, dalam pandangan banyak orang hari ini, mungkin hanya dianggap sebagai tempat menunaikan shalat lima waktu atau ibadah Jumat. Padahal, dalam sejarah Islam, masjid adalah pusat peradaban, tempat lahirnya ilmu, ukhuwah, dan gerakan sosial yang membangun umat. Masjid di Zaman Rasulullah SAW Mari kita menengok kembali ke masa Rasulullah ﷺ. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/masjid-bukan-hanya-tempat-shalat/">Masjid: Bukan Hanya Tempat Shalat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Masjid: Bukan Hanya Tempat Shalat</h2>
<p>Masjid, dalam pandangan banyak orang hari ini, mungkin hanya dianggap sebagai tempat menunaikan shalat lima waktu atau ibadah Jumat. Padahal, dalam sejarah Islam, masjid adalah pusat peradaban, tempat lahirnya ilmu, ukhuwah, dan gerakan sosial yang membangun umat.</p>
<h3>Masjid di Zaman Rasulullah SAW</h3>
<p>Mari kita menengok kembali ke masa Rasulullah ﷺ. Saat beliau hijrah ke Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah <strong>Masjid Quba</strong>, kemudian <strong>Masjid Nabawi</strong>. Mengapa masjid? Karena Rasulullah tahu, masjid bukan sekadar tempat ibadah ritual, tapi menjadi jantung kehidupan umat Islam.</p>
<p>Di masjid, Rasulullah:</p>
<ul>
<li><strong>Mendidik para sahabat</strong> dalam halaqah ilmu,</li>
<li><strong>Menjalin ukhuwah</strong> antar kaum Muhajirin dan Anshar,</li>
<li><strong>Mengatur strategi dakwah dan pertahanan Madinah</strong>,</li>
<li><strong>Menyambut tamu-tamu dari luar</strong>, bahkan dari bangsa lain.</li>
</ul>
<p>Masjid adalah tempat berkumpulnya umat, tempat menyatukan hati, menyelesaikan masalah, menyalurkan bantuan, dan menguatkan akidah serta akhlak.</p>
<h3>Fungsi Masjid yang Sering Terlupakan</h3>
<h3>Kini, banyak masjid yang megah dari segi bangunan, tapi sepi dari kegiatan dan jamaah. Fungsi masjid yang semestinya luas kini tereduksi menjadi hanya tempat shalat wajib. Padahal, masjid bisa (dan seharusnya) menjadi:</h3>
<ul>
<li><strong>Pusat pendidikan Islam</strong> (TPA, kajian, literasi Islam)</li>
<li><strong>Tempat pembinaan generasi muda</strong></li>
<li><strong>Wadah pemberdayaan ekonomi umat</strong></li>
<li><strong>Tempat islah dan musyawarah masyarakat</strong></li>
<li><strong>Pusat pelayanan sosial</strong> (bantuan dhuafa, zakat, kesehatan)</li>
</ul>
<h3>Mengapa Kita Harus Kembali ke Masjid?</h3>
<p>Di tengah derasnya arus materialisme dan individualisme, masjid adalah benteng iman dan tempat kita kembali menguatkan spiritualitas. Allah ﷻ berfirman:</p>
<blockquote><p><em>“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian&#8230;”</em><br />
(QS. At-Taubah: 18)</p></blockquote>
<p>Masjid bukan milik pengurus takmir saja. Masjid adalah milik kita semua, tempat jiwa-jiwa yang rindu ketenangan kembali berlabuh. Banyak di antara kita yang sibuk mencari solusi dari berbagai masalah, padahal mungkin solusinya ada saat kita duduk tenang di barisan shaf, mendengarkan ilmu, menyatu dengan jamaah, atau sekadar berdoa dalam sunyi.</p>
<h3>Ayo Kembali Memakmurkan Masjid</h3>
<p>Masjid bukan hanya menanti kehadiran kita, tapi juga membutuhkan kontribusi kita. Tidak harus jadi ustaz untuk memakmurkan masjid. Kamu bisa:</p>
<ul>
<li>Menjadi relawan kebersihan masjid</li>
<li>Membantu kegiatan sosial masjid</li>
<li>Menyumbangkan sebagian harta untuk operasional</li>
<li>Mengajak teman, anak, atau tetangga untuk hadir di masjid</li>
<li>Menyebarkan ilmu atau motivasi lewat kegiatan di masjid</li>
</ul>
<p>Mari kita jadikan masjid bukan hanya tempat shalat, tapi pusat kehidupan umat yang penuh dengan cahaya ilmu, kasih sayang, dan kekuatan persaudaraan.</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Jika hatimu terasa gersang, datanglah ke masjid. Jika hidupmu terasa sempit, datanglah ke masjid. Jika jiwamu lelah, datanglah ke rumah Allah. Dia menantimu.&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Bangkitkan kembali peran masjid dalam kehidupan kita. Bawa anak-anak kita mengenal masjid, ajak keluarga shalat berjamaah, dan aktiflah dalam kegiatan masjid sekecil apapun.</p>
<p><strong>Karena ketika masjid hidup, umat akan bangkit.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://www.kudusmu.id/masjid-bukan-hanya-tempat-shalat/">Masjid: Bukan Hanya Tempat Shalat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.kudusmu.id">Muhammadiyah Kudus</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
